Kebaikan membangun sebuah merek.
Selama musim puncak pariwisata tahun 2025, sebuah unggahan panjang di media sosial yang menceritakan pengalaman seorang wisatawan saat berlibur ke Quang Tri menarik banyak perhatian. Unggahan tersebut bukan pujian untuk resor mewah atau tur mahal, melainkan kisah Bapak Nguyen Van Na, seorang pengemudi lokal yang membantu sekelompok wisatawan selama musim puncak ketika akomodasi hampir penuh dipesan.
Menurut para turis, rombongan tersebut tiba larut malam, merasa cemas karena belum menemukan kamar. Bapak Na secara proaktif menghubungi dan mencari akomodasi, membantu pemesanan, dan menunggu hingga hampir tengah malam untuk mengantar para tamu ke kamar mereka dengan aman sebelum kembali ke rumah. Sepanjang perjalanan, beliau juga memberikan saran tentang tempat makan yang cocok, membantu pembelian tiket untuk tempat wisata, memandu rencana perjalanan mereka, dan bahkan selalu siap membantu para turis jika diperlukan, meskipun rombongan tersebut tidak menggunakan jasa transportasinya.
Hal yang paling menyentuh hati para wisatawan adalah semangat dukungan tanpa syarat. "Saya telah bepergian ke banyak tempat, tetapi jarang sekali saya bertemu seseorang yang begitu berdedikasi," ungkap pengunjung tersebut, seraya menegaskan bahwa mereka pasti akan kembali, hanya untuk bertemu lagi dengan orang yang telah memberikan kesan mendalam tentang masyarakat lokal dan pariwisata.
![]() |
| Dalam setiap tur, penduduk setempat adalah "duta" budaya dan pariwisata yang istimewa (Dalam foto: Wisatawan mempelajari budaya kelompok etnis Bru-Van Kieu di komune Kim Ngan) - Foto: DH |
Bapak Nguyen Van Na berbagi singkat: "Saya berasal dari Quang Tri , dan ketika saya melihat wisatawan menghadapi kesulitan, saya tidak bisa mengabaikan mereka. Saya membantu sebisa mungkin. Jika wisatawan senang dan mengingat kampung halaman saya, itu juga membuat saya bahagia. Pariwisata sekarang bukan hanya tentang menyediakan layanan; tetapi juga tentang menjaga citra daerah kami."
Kesederhanaan dan kebaikan inilah yang meninggalkan kesan positif pada wisatawan dan juga menjadi daya tarik yang membuat mereka terus kembali ke negeri ini. Kisah sederhana Na menunjukkan bahwa citra suatu destinasi terkadang tidak terletak pada kampanye iklan besar-besaran, tetapi dimulai dengan tindakan kebaikan yang sangat biasa.
Jembatan budaya
Pariwisata baru benar-benar bermakna ketika pengunjung dapat terhubung dengan budaya lokal. Dan tidak ada yang dapat menyampaikan budaya dengan lebih baik daripada orang-orang yang tinggal di dalamnya. Tang's Farm—sebuah model pariwisata berbasis komunitas yang menonjol di komune Bo Trach—menarik banyak wisatawan asing untuk mengalaminya.
Di perbukitan yang dulunya dipenuhi kawah bom, kini ditutupi tanaman hijau yang rimbun, Bapak Pham Van Tang secara pribadi memandu para pengunjung, dengan tekun menceritakan kisah tentang keluarganya dan kelahiran kembali tanah airnya setelah perang. Putranya, Bapak Pham Van Hung, melanjutkan narasi ini dengan memandu dan membantu dalam berbagai pengalaman, serta memperkenalkan kehidupan sehari-hari. Dua generasi telah mengubah ruang yang dulunya ditandai oleh perang menjadi tempat pertemuan budaya.
Bagi banyak wisatawan internasional, tur menjadi dialog dengan sejarah yang hidup. Dengan kecintaan dan semangat mereka terhadap pariwisata lokal, orang-orang biasa ini telah menjadi jembatan budaya, mendekatkan tanah air dan wilayah mereka kepada pengunjung dari dekat dan jauh.
Semangat itu juga hadir di banyak destinasi wisata komunitas di Quang Tri. Di desa wisata komunitas Chenh Veng di komune Huong Phung, Ibu Ho Thi Thiet, seorang wanita Bru-Van Kieu, tidak hanya menyambut tamu dengan senyum ramah tetapi juga secara pribadi memandu mereka berkeliling desa, memperkenalkan mereka pada rumah panggung, adat istiadat, dan metode memasak tradisional masyarakatnya. Wisatawan belajar tentang festival tradisional, duduk di dekat api unggun menikmati masakan lokal, dan memahami mengapa masyarakat Bru-Van Kieu di Chenh Veng menghargai hutan sebagai bagian integral dari keberadaan mereka...
Di Chênh Vênh, budaya tetap lestari dalam setiap cerita, setiap hidangan, setiap aspek kehidupan sehari-hari. Dan ketika Ibu Hồ Thị Thiết dan banyak penduduk setempat lainnya secara langsung memperkenalkan budaya etnis mereka kepada wisatawan, mereka memikul tanggung jawab sebagai "duta", menampilkan identitas tanah mereka kepada dunia dengan bangga dan tulus.
Untuk menjadikan setiap warga negara sebagai "duta"
Program "Setiap Warga Negara Adalah Duta Pariwisata", yang diluncurkan oleh sektor pariwisata Provinsi Quang Binh (dahulu) pada tahun 2016, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran mereka dalam pengembangan pariwisata. Semangat ini tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks persaingan ketat antar daerah terkait kualitas pengalaman wisata mereka.
"Setiap warga negara adalah duta pariwisata" bukanlah konsep abstrak. Konsep ini hadir dalam setiap tindakan orang biasa yang dengan tekun menabur kesan positif di benak wisatawan setiap hari. Itu adalah Bapak Tang dan putranya di tengah perbukitan hijau setelah perang, wanita di Bru-Van Kieu yang dengan tekun menyiapkan makanan untuk tamu di dekat perapian, staf pariwisata di Phong Nha-Ke Bang yang mengembalikan barang-barang yang hilang kepada wisatawan, atau sekadar orang-orang sederhana yang menyambut pengunjung dari jauh dengan senyum ramah…
Mulai dari pejabat dan bisnis hingga penyedia layanan dan warga negara biasa, semua orang dapat berkontribusi dalam menciptakan kesan positif melalui perilaku yang beradab dan ramah. Pemandu yang membantu, bantuan tepat waktu, lingkungan yang bersih, harga yang transparan… semuanya merupakan pesan ampuh yang disampaikan kepada wisatawan. Di era media sosial, pengalaman positif mudah menyebar dan menjadi saluran promosi yang efektif, alami, dan berkelanjutan.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan bukan hanya tentang meningkatkan jumlah wisatawan atau pendapatan, tetapi tentang membangun lingkungan pariwisata yang aman, ramah, dan bertanggung jawab. Ketika setiap warga negara memahami bahwa mereka adalah "wajah" tanah air mereka, perilaku mereka secara alami akan menjadi lebih teladan.
Industri pariwisata Quang Tri membuka banyak peluang baru seiring dengan peningkatan infrastruktur, pembaruan produk, dan penguatan hubungan regional. Namun, agar peluang-peluang ini benar-benar berkelanjutan, faktor kuncinya tetaplah masyarakat. Sebuah tempat wisata mungkin memukau wisatawan untuk sesaat, tetapi ketulusan dan kebaikan masyarakatlah yang akan membuat mereka kembali. Ketika setiap warga menyadari peran mereka sebagai "duta", merek pariwisata Quang Tri akan dibangun dari hal-hal yang paling sederhana. Ini juga merupakan fondasi yang paling berkelanjutan untuk pembangunan jangka panjang.
Dieu Huong
Sumber: https://baoquangtri.vn/du-lich/202602/lam-du-lich-bang-su-tu-te-8b1421d/








Komentar (0)