Pada awal bisnisnya, ia melakukan semuanya secara manual, mulai dari memanggang, menggiling, dan mencampur kopi dan kelapa hingga pengemasan. Dari beberapa batch awal yang tidak memenuhi harapan, ia terus-menerus menyesuaikan formula dan mempelajari teknik baru. Setelah melalui periode penelitian, kopi kelapa Hong Nhien secara bertahap membaik dan mendapatkan penerimaan konsumen. Produk ini telah terdaftar untuk perlindungan merek dagang, diuji keamanan pangannya, dan meraih peringkat 3 bintang OCOP.
Saat ini, kopi kelapa buatan Ibu Nhien dibanderol dengan harga 290.000 VND/kg. Meskipun lebih mahal daripada kopi biasa, kopi ini disukai pasar karena rasanya yang alami, bebas dari bahan tambahan atau perasa kimia. Melalui penjualan siaran langsung dan platform media sosial seperti TikTok, Lazada, dan YouTube, kopi kelapa Hong Nhien semakin dikenal luas. Ia berkata: "Suatu saat, saya pernah menghasilkan lebih dari 36 juta VND dalam satu hari dari siaran langsung."
Pada tahun 2023, ketika produk kopi kelapa Hong Nhien mendapat sambutan baik dari konsumen, Ibu Nhien dengan berani berpartisipasi dalam kompetisi startup yang diselenggarakan oleh Serikat Wanita Provinsi Hau Giang (dahulu) dan memenangkan hadiah ketiga, yang semakin memotivasinya untuk memperluas skala produksi. Dari model produksi skala kecil, Ibu Nhien meminjam modal untuk berinvestasi di sebuah pabrik, membeli mesin, dan secara bertahap memprofesionalkan proses produksi.
Meningkatkan nilai produk pertanian lokal.
Berbekal kesuksesan kopi kelapanya, Ibu Nhien mengembangkan produk olahan dari hasil pertanian lokal. Saat ini, bisnisnya memiliki tiga produk yang telah meraih sertifikasi OCOP bintang 3: kopi kelapa, selai kumquat dan sirsak berlapis madu dengan gula batu, dan selai kumquat dan jahe berlapis madu dengan gula batu. Setiap produk dibuat dengan cermat, mulai dari pengadaan bahan baku dan kemasan yang bersih dan berkualitas tinggi hingga memastikan proses produksi memenuhi persyaratan keamanan pangan dan ketelusuran.
Ibu Nhien juga memanfaatkan kebun lengkengnya untuk beternak lebah penghasil madu, menciptakan sumber pendapatan tambahan dan berkontribusi pada diversifikasi bahan baku bersih untuk produksi. Saat ini, Ibu Nhien memproduksi selai empat musim dan selai empat musim rasa jahe untuk memenuhi permintaan pasar menjelang Tahun Baru Imlek.
Tidak hanya memperkaya dirinya sendiri, tetapi bisnis kopi kelapanya juga menciptakan lapangan kerja yang stabil bagi 5-8 pekerja lokal. Ibu Tran Thi Mai dari komune Tan Hoa mengatakan: “Bekerja di sini, saya menghasilkan lebih dari 4 juta VND/bulan. Selain itu, Ibu Nhien juga membimbing perempuan lain dalam berjualan online, menjadi saluran distribusi untuk produk mereka. Beliau bersedia berbagi pengalamannya dan mendukung perempuan yang berniat memulai bisnis mereka sendiri.”
Dari seorang ibu rumah tangga, melalui usaha yang tak kenal lelah, Ibu Nhien telah berhasil memanfaatkan sumber daya lokal, menerapkan transformasi digital, dan membangun merek untuk produk pertanian kampung halamannya. Perjalanan kewirausahaannya merupakan contoh nyata dari citra petani masa kini: berani berpikir, berani bertindak, dan mencapai kekayaan berkelanjutan di lahannya sendiri.
Teks dan foto: CAO OANH
Sumber: https://baocantho.com.vn/lam-giau-tu-tai-nguyen-ban-dia-a196433.html









Komentar (0)