Nasi merupakan makanan pokok di banyak negara di seluruh dunia . Nasi yang dimasak merupakan sumber pati yang kaya. Selain itu, nasi juga mengandung serat, mangan, magnesium, vitamin B, dan beberapa nutrisi lainnya, menurut The Independent (UK).
Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan dapat memungkinkan bakteri Bacillus cereus berkembang biak dan menyebabkan keracunan makanan.
Namun, jika beras tidak disimpan dengan benar, dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyebab keracunan makanan adalah bakteri Bacillus cereus.
Infeksi Bacillus cereus biasanya ringan dan dapat diobati dengan cepat. Namun, kondisi ini dapat berbahaya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Banyak orang percaya bahwa nasi yang sudah dimasak bebas dari bakteri dan kecil kemungkinannya terkontaminasi. Namun, jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, bakteri dapat berkembang biak dan melepaskan racun.
Gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus meliputi sakit perut, kram perut, mual, muntah, dan diare.
Untuk mengawetkan nasi dengan benar dan mencegah risiko keracunan makanan, para ahli menyarankan untuk menyimpan nasi sisa di lemari es. Nasi sisa juga bisa dibekukan, tetapi harus dimasukkan ke dalam kantong atau wadah makanan. Paparan langsung udara dingin akan menyebabkan nasi mengering dan menjadi sangat keras.
Untuk memastikan keamanan, nasi sisa tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan. Pada hari-hari panas, ketika suhu di atas 32 derajat Celcius, nasi sisa tidak boleh dibiarkan lebih dari 1 jam, menurut The Independent .
Tautan sumber








Komentar (0)