Bagi Than Ngoc Ha Duyen (dari Kota Ho Chi Minh), tantangan di masa mudanya layak dihadapi, diatasi, dan akan mengarah pada kesuksesan.
Gigih dan penuh optimisme, itulah kelebihan yang membentuk potret gadis 9X Than Ngoc Ha Duyen.
Versi yang lebih baik setiap hari
Pada tahun 2017, Than Ngoc Ha Duyen (nama pena Dreamiie) menorehkan namanya di dunia sastra dengan novel kriminal "Step of Aspiration". Saat itu, Duyen memiliki proyek rintisannya sendiri dan meraih banyak kesuksesan. Namun, ia tetap bercita-cita untuk menjadi versi dirinya yang lebih baik setiap hari, penuh emosi, memperluas pengetahuan, dan kemampuannya untuk berkontribusi bagi masyarakat. Duyen bertekad untuk keluar dari zona nyamannya dan melanjutkan studi di luar negeri.
Ha Duyen percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib manusia dan selalu ingin berkontribusi bagi negara.
Duyen melatih dirinya untuk mandiri di lingkungan yang asing, tanpa kerabat atau teman, agar menjadi lebih kuat dan dewasa. Di sisi lain, ia ingin terhubung dengan dunia batinnya dan memahami dirinya lebih baik dalam perjalanan barunya. Orang-orang sering berbicara tentang "mengatasi kesulitan dan hambatan", tetapi bagi Duyen, meninggalkan kondisi yang menguntungkan juga merupakan perjalanan yang berisiko dan membutuhkan keberanian. "Saya menyadari bahwa saya harus berdiri di atas kaki saya sendiri. Kemandirian dan kecerdasan adalah sayap bagi kaum muda untuk melangkah lebih jauh dan membantu lebih banyak orang," ungkap Duyen.
Berawal dari gelar sarjana sastra dari Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora - VNU-HCM, ia memilih untuk melanjutkan studinya di bidang pemasaran internasional. Duyen lulus dengan gelar MBA dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) di bawah program pelatihan Bangor University - salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di Inggris. Dan ketika usianya belum mencapai 30 tahun, ia menjadi mahasiswa doktoral dengan dua jurusan, yaitu psikologi dan psikologi perkembangan pendidikan, di Central China Normal University (Kota Wuhan, Provinsi Hubei - Tiongkok).
Hidup dengan identitas
Duyen beruntung memiliki pengalaman berkelanjutan dalam proyek-proyek internasional. Ia belajar berpikir jernih, metode kerja profesional, memanfaatkan kekuatan teknologi, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi apa pun.
Mempelajari banyak jurusan baru dan menguji diri di berbagai bidang membantunya mengembangkan keahlian, kapasitas kerja, dan kepercayaan dirinya sebagai warga dunia. Jurusan-jurusan tersebut saling terkait dan saling melengkapi, yang merupakan tautan yang membantunya memiliki pendekatan berbeda untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. "Apa yang saya lakukan adalah kombinasi dari dua ekstrem: logika, nalar, dan imajinasi. Saya ingin mengubah kampanye pemasaran, kegiatan mengajar, dan konseling psikologis menjadi seni kreatif," ujar Duyen.
Ha Duyen selalu berusaha sebaik mungkin di jalur akademis.
Prioritas Duyen dalam perjalanan ini adalah bahasa asing, kebugaran fisik, dan kesehatan mental. Selama 5 tahun terakhir, ia telah berlatih bahasa Inggris, belajar bahasa Mandarin, jogging, yoga, dan bermeditasi hampir setiap hari. Kebiasaan-kebiasaan ini telah membantunya meningkatkan prestasi akademik, berpikir positif, memulihkan energi, dan menjaga daya tahan tubuh.
Duyen berpengalaman sebagai asisten pengajar di Universitas Nasional Singapura dan konsultan strategi pemasaran serta pengembangan merek untuk berbagai organisasi, bisnis, dan kegiatan perdagangan internasional antara Vietnam dan Singapura. Selain itu, ia juga secara rutin berkontribusi pada proyek-proyek pendidikan dan kesukarelawanan di berbagai lembaga swadaya masyarakat. Akhir-akhir ini, Duyen telah menginvestasikan lebih banyak waktu dan upaya dalam pengajaran dan bisnis. Kebahagiaan Duyen adalah mewariskan inti sari ilmu yang telah ia peroleh dan kumpulkan selama bertahun-tahun belajar di luar negeri serta berbagi keterampilan praktis dalam proyek-proyek internasional kepada generasi mendatang.
Saat ini, Duyen aktif mengatur perjalanannya antara Singapura dan Kota Ho Chi Minh agar semakin sering berpartisipasi dalam kegiatan pengajaran dan penelitian di negara tersebut. Ia ingin mendampingi kaum muda, membantu mereka menemukan arah yang sesuai dengan kepribadian, kemampuan, kekuatan, dan sumber daya yang mereka miliki. Bagi Duyen, membangun diri menjadi pribadi yang beridentitas, berkemampuan, dan beropini adalah hal yang luar biasa, tetapi tanpa kehilangan semangat membangun, menyebarkan kebaikan, dan memancarkan energi positif kepada masyarakat.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/lan-toa-nang-luong-tich-cuc-196250111203132138.htm
Komentar (0)