Aplikasi AI saat ini dapat membuat wajah palsu.
Menurut AP kemarin, mengutip laporan dari organisasi ini, banyak orang telah menggunakan AI untuk menempelkan wajah asli ke gambar atau video telanjang, atau bahkan mendesain wajah palsu sendiri, untuk menciptakan "karya seni" pornografi.
Jika dibiarkan tanpa pengawasan, miliaran gambar palsu dapat mempersulit para penyelidik untuk menyelamatkan anak-anak yang sebenarnya berada dalam bahaya. Pelaku jahat juga dapat menggunakan gambar-gambar ini untuk dijual kepada pihak ketiga atau memeras korban.
Menurut Euronews , sebagian besar gambar pelecehan seksual anak yang dihasilkan oleh AI dianggap ilegal berdasarkan hukum yang berlaku di AS dan Inggris, tetapi masih belum jelas apakah lembaga penegak hukum memiliki alat untuk mencegahnya.
Tautan sumber








Komentar (0)