Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan berita bahwa TikToker NNA (Happi Mommi, lahir tahun 1995) dituduh melakukan penipuan saat ia mengajak masyarakat untuk berinvestasi dalam proyek mata uang virtual.
Karakter ini pernah muncul sebagai seorang ibu muda yang berbagi tentang kehidupan, bisnis, dan investasi.
TikToker NNA (Happi Mommi, lahir tahun 1995) dituduh melakukan penipuan ketika ia mengajak masyarakat untuk berinvestasi dalam proyek mata uang virtual.
Namun, alih-alih berhenti pada konten inspiratif saja, Happi Mommi memanfaatkan reputasi pribadinya untuk mengajak ratusan orang berpartisipasi dalam proyek mata uang kripto CSCJ.
Akibatnya, banyak investor kehilangan segalanya ketika menggelontorkan uang ke dalam proyek "muluk-muluk" dengan janji-janji yang tidak realistis, sementara Happi Mommi menghilang dan berangsur-angsur kembali dalam beberapa bulan terakhir.
Kisah di atas bukanlah kasus yang terisolasi. Belakangan ini, gelombang KOL (influencer), bahkan pengusaha ternama, yang berpartisipasi dalam mempromosikan mata uang virtual dan proyek mata uang digital, semakin populer, sehingga menimbulkan banyak konsekuensi.
Awalnya, mereka menggunakan karisma pribadinya untuk melukiskan visi yang menjanjikan, tetapi ketika proyek tersebut anjlok atau menghilang, sebagian besar memilih untuk tetap diam, meninggalkan ribuan investor dengan tangan kosong.
Salah satu nama menonjol dalam gelombang ini adalah streamer ViruSs - sosok yang memiliki pengaruh besar tidak hanya di bidang game tetapi juga dalam teknologi dan keuangan.
ViruSs pernah mempromosikan Zuki Moba, sebuah proyek GameFi (permainan blockchain yang dikombinasikan dengan keuangan) dengan model "bermain untuk menghasilkan".
Kemunculan ViruSs membantu proyek ini menerima perhatian besar, menyebabkan banyak investor berinvestasi.
Namun, ketika pasar mata uang kripto memasuki masa sulit, harga koin Zuki Moba anjlok, kehilangan hampir seluruh nilai awalnya.
Dan kemudian, proyek tersebut secara bertahap menghilang dari pasar, membawa serta miliaran investasi dari banyak orang.
Faktanya, ada banyak insiden serupa di seluruh dunia , yang menunjukkan bahwa tidak hanya Vietnam, tetapi dunia sedang menyaksikan gelombang KOL yang memanfaatkan reputasi mereka untuk memanipulasi pasar.
Menurut para ahli, pola umum individu yang mempromosikan mata uang virtual adalah memanfaatkan citra pribadi mereka untuk membangun kepercayaan dengan komunitas, lalu memperkenalkan mata uang digital dan proyek mata uang virtual dengan kata-kata yang menjanjikan.
Perbedaannya adalah tidak semua orang memainkan peran yang sama. Beberapa orang benar-benar terlibat dalam investasi, bahkan di balik layar tim pengembangan proyek.
Tetapi ada juga banyak kasus di mana orang hanya menerima imbalan untuk mewakili dan mempromosikan proyek tanpa sepenuhnya memahami sifat proyek tersebut.
Untuk menghindari risiko hukum jika proyek gagal atau dituduh melakukan penipuan, orang-orang ini memiliki pendekatan yang sangat cerdik.
Mereka jarang secara langsung mengajak investasi dengan kata-kata spesifik seperti "berinvestasi sekarang" atau "ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan", sebaliknya mereka hanya berhenti pada tingkat perkenalan, berbagi pengalaman pribadi atau menyarankan peluang.
Beberapa KOL dan pengusaha bahkan menunjukkan kehati-hatian dengan menekankan: "Ini bukan nasihat investasi" atau "semua keputusan investasi adalah tanggung jawab individu".
Secara teori, klaim ini dapat membantu mereka menghindari tanggung jawab jika proyek gagal.
Namun pada kenyataannya, cara penyampaiannya yang mudah justru menimbulkan efek psikologis yang kuat, membuat masyarakat secara keliru percaya bahwa ini adalah peluang yang pasti menguntungkan.
Kata-kata indah dari para selebriti memiliki pengaruh yang besar, terutama di pasar di mana keserakahan dan FOMO (takut ketinggalan) selalu mendominasi keputusan banyak investor.
Realitas telah membuktikan bahwa trik-trik cerdik ini dapat membuat ribuan orang menggelontorkan uang ke dalam mata uang digital dan proyek mata uang virtual tanpa mengantisipasi risikonya.
Ketika pasar anjlok atau tim pendiri "menguap", para investor ini sadar bahwa mereka telah terperangkap dalam mimpi yang "muluk-muluk" dan harus menanggung konsekuensi finansial yang berat.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/long-tham-va-cam-bay-192250327214002472.htm
Komentar (0)