Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Pilihan mengejutkan Trump

Báo Thanh niênBáo Thanh niên18/11/2024

Presiden terpilih AS Donald Trump terus menarik perhatian dengan memilih seorang pemimpin perusahaan minyak dan gas yang memiliki pandangan berbeda tentang perubahan iklim untuk menduduki posisi Menteri Energi.
Kemarin (waktu Vietnam), Presiden terpilih Trump mengumumkan pilihannya atas Chris Wright, pendiri dan CEO Liberty Energy, sebuah perusahaan minyak dan gas di Denver, Colorado, untuk posisi Menteri Energi, seperti yang dilaporkan Reuters.

Kontroversial

Media AS melaporkan bahwa Wright secara konsisten mendukung pengembangan minyak dan gas, termasuk penggunaan fraktur hidrolik untuk ekstraksi minyak dan gas, yang dianggap memiliki konsekuensi lingkungan yang signifikan. Menurut CBS News, Wright diperkirakan akan mendukung rencana untuk memaksimalkan produksi minyak dan gas AS guna menjadikan negara tersebut sebagai "pemain energi dominan" di pasar global.
Lựa chọn bất ngờ của ông Trump- Ảnh 1.

Presiden terpilih AS Donald Trump dan pilihannya untuk Menteri Energi Chris Wright

Foto: AFP/Reuters

CEO Liberty Energy juga dikabarkan memiliki pandangan yang sama dengan Trump dalam menentang kerja sama global untuk mengatasi perubahan iklim. "Tidak ada yang namanya krisis iklim, dan kita tidak sedang dalam proses transisi energi," kata Wright tahun lalu. CBS News mencatat bahwa calon Menteri Energi pilihan Trump tidak memiliki pengalaman politik sebelumnya. Sementara itu, Departemen Energi menangani diplomasi kebijakan, mengelola cadangan minyak nasional, dan mengawasi program pendanaan dan pinjaman untuk pengembangan teknologi energi. Menteri Energi juga bertanggung jawab untuk mengawasi persediaan senjata nuklir, limbah radioaktif, dan 17 laboratorium di seluruh Amerika Serikat. Dalam perkembangan lain, Trump mengumumkan kemarin bahwa ia telah memilih pengacara pribadinya, William Owen Scharf, untuk menjabat sebagai asisten presiden dan sekretaris pers Gedung Putih pada awal masa jabatannya yang baru.

Hubungan luar negeri

Kantor Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan kemarin bahwa pemimpin Korea Selatan dan Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru sepakat untuk melanjutkan pengembangan kerja sama trilateral dengan Amerika Serikat ketika Trump resmi menjabat sebagai presiden Januari mendatang. Kedua pemimpin bertemu di sela-sela KTT APEC di Lima, Peru, pada 16 November. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden terpilih AS telah dimulai dengan sangat baik, berdasarkan percakapan telepon bilateral setelah pemilihan Trump. "Itu adalah percakapan yang positif. Kami berbicara selama sekitar 10 menit, dan itu adalah salah satu panggilan pertama yang dia lakukan (setelah mengetahui terpilihnya)," kata Albanese seperti dikutip Reuters kemarin.
Para pemimpin AS dan Tiongkok mengeluarkan pernyataan penting tentang AI.
Lựa chọn bất ngờ của ông Trump- Ảnh 2.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Peru pada tanggal 16 November.

FOTO: REUTERS

Dalam pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden pada 16 November di Peru, di sela-sela KTT APEC 2024, kedua pemimpin tersebut melakukan dialog yang jujur ​​dan konstruktif mengenai isu kecerdasan buatan (AI). Menurut Reuters, Xi dan Biden menekankan bahwa keputusan untuk menggunakan senjata nuklir harus berada di tangan manusia, bukan AI, dan menyerukan peningkatan kerja sama internasional dan promosi AI untuk tujuan yang baik. Pernyataan Gedung Putih menambahkan bahwa kedua pemimpin tersebut menekankan perlunya pertimbangan yang cermat terhadap potensi risiko dan pengembangan AI yang hati-hati dan bertanggung jawab di bidang militer. Dalam pertemuan tersebut, Xi juga mencatat bahwa umat manusia menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia yang bergejolak, dan berpendapat bahwa persaingan kekuatan besar seharusnya bukan logika zaman sekarang, tetapi hanya persatuan dan kerja sama yang dapat membantu dunia mengatasi kesulitan. Kantor Berita Xinhua mengutip pernyataan Presiden Tiongkok yang mengatakan bahwa selama empat tahun terakhir, hubungan AS-Tiongkok telah mengalami pasang surut, tetapi secara keseluruhan tetap stabil dan kedua negara telah mencapai hasil positif di banyak bidang. Presiden Biden mengatakan bahwa hubungan AS-Tiongkok adalah hubungan bilateral terpenting di dunia, menekankan bahwa kedua pemerintah memiliki tanggung jawab kepada rakyatnya dan dunia untuk memastikan bahwa persaingan tidak berubah menjadi konflik. Bao Hoang

Thanhnien.vn

Sumber: https://thanhnien.vn/lua-chon-bat-ngo-cua-ong-trump-185241117201651399.htm

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Halaman

Halaman

Rusia

Rusia

Pemandangan indah Vietnam

Pemandangan indah Vietnam