![]() |
| Metode dan taktik yang digunakan oleh penipu. |
Dalam beberapa hari terakhir, Ibu NTNH, yang tinggal di lingkungan My Thuong, merasa prihatin dengan informasi mengenai kemungkinan mengkonversi poin reward bank menjadi uang tunai. Sebagai nasabah bank, Ibu H. berbagi bahwa awalnya ia cukup penasaran ketika menerima informasi ini.
"Setelah membaca berita lokal tentang penipuan yang menyamar sebagai bank melalui SMS untuk mencuri uang dari rekening, saya benar-benar terkejut. Jika kita tidak waspada, pelanggan seperti saya dapat dengan mudah menjadi korban penipuan. Saya harap semua orang akan mempelajari hal ini untuk menghindari jebakan," ujar Ibu H.
Menurut polisi, modus operandi para pelaku adalah dengan menyamar sebagai bank dan mengirim pesan teks ke ponsel orang-orang yang memberitahukan bahwa mereka telah mengumpulkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan uang, beserta penawaran menarik seperti: "Konversikan 11.324 poin reward menjadi 5,6 juta VND."
Saat pengguna mengklik tautan yang terlampir, sistem akan mengarahkan mereka ke situs web palsu dengan antarmuka yang mirip dengan situs web bank, meminta mereka untuk memasukkan informasi kartu, nomor rekening, dan data pribadi. Kemudian, para penipu akan meminta pengguna untuk memasukkan kode OTP dengan dalih "mengkonfirmasi penerimaan uang" atau "menyelesaikan penukaran poin hadiah."
Pada dasarnya, setiap kali kode OTP dimasukkan, pengguna mengkonfirmasi transaksi keuangan. Untuk memperpanjang proses manipulasi, pelaku sering menampilkan kode OTP yang tidak valid, sehingga korban harus memasukkannya kembali beberapa kali untuk melakukan serangkaian transaksi penarikan. Yang perlu diperhatikan, mereka juga memanfaatkan batas overdraft untuk mencuri sejumlah uang yang lebih besar dari rekening korban.
Menanggapi situasi ini, pihak berwenang dan unit kepolisian di Kota Hue terus menerbitkan peringatan dan rekomendasi kepada masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan transaksi perbankan.
Mayor Nguyen Tan Phuoc, Kepala Kepolisian Kelurahan An Cuu, menyatakan: "Kami terus-menerus menyarankan masyarakat untuk sama sekali tidak mengakses tautan mencurigakan yang dikirim melalui SMS; tidak memberikan informasi pribadi, informasi kartu bank, atau kode OTP kepada individu atau organisasi yang tidak dikenal. Masyarakat harus memverifikasi informasi melalui saluran resmi bank seperti aplikasi seluler atau saluran layanan pelanggan."
Jika Anda telah memberikan informasi atau mencurigai diri Anda telah menjadi korban penipuan, Anda harus segera menghubungi bank Anda untuk memblokir kartu Anda, menangguhkan transaksi sementara, dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat untuk mendapatkan bantuan.
Pada kenyataannya, aktivitas para penipu teknologi tinggi semakin canggih dan sulit diprediksi; metode dan taktik mereka terus berubah, memanfaatkan kelengahan dan rasa ingin tahu masyarakat. Hanya sesaat kelengahan atau kurangnya kewaspadaan dapat menjebak orang ke dalam perangkap mereka.
Untuk memberikan tekanan, pelaku sering menggunakan pesan mendesak seperti: "Batas waktu hari ini," yang mendorong korban untuk segera mematuhinya. Namun, menurut industri perbankan, lembaga-lembaga tersebut tidak pernah meminta pemrosesan mendesak dari pelanggan melalui telepon.
Masyarakat perlu secara proaktif mengatur keamanan untuk rekening bank mereka, seperti mengaktifkan otentikasi biometrik, mengaktifkan pemberitahuan perubahan saldo, tidak menyimpan kata sandi di peramban publik, dan keluar setelah digunakan.
Saat ini, pasukan profesional Kepolisian Kota Hue dan unit terkait sedang berkoordinasi dengan sektor perbankan untuk menerapkan berbagai solusi guna memerangi dan membongkar aktivitas penipuan, sekaligus memperkuat propaganda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Namun, faktor terpenting tetaplah kewaspadaan setiap nasabah. Masyarakat perlu mengingat: Bank tidak pernah meminta kode OTP untuk menerima uang atau hadiah. Pencegahan proaktif dan peningkatan kewaspadaan adalah cara terbaik untuk menghindari menjadi korban penipuan yang semakin canggih. "Jangan berikan informasi - Jangan klik tautan - Jangan terburu-buru" adalah prinsip terpenting untuk mencegah penipuan penukaran poin hadiah bank.
Sumber: https://huengaynay.vn/chinh-polit-xa-hoi/phap-luat-cuoc-song/lua-dao-quy-doi-diem-thuong-ngan-hang-164756.html







Komentar (0)