Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apa yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi makanan fermentasi?

Báo Thanh niênBáo Thanh niên22/02/2024


Fermentasi adalah teknik kuno untuk mengawetkan makanan. Saat ini, proses ini masih digunakan untuk menghasilkan makanan seperti anggur, sauerkraut, yogurt, dan teh kombucha.

Menurut situs kesehatan Healthline (AS), makanan fermentasi kaya akan probiotik dan menawarkan banyak manfaat kesehatan, termasuk peningkatan pencernaan dan peningkatan kekebalan tubuh.

Lưu ý gì khi ăn thực phẩm lên men?- Ảnh 1.

Makanan fermentasi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Apa itu makanan fermentasi?

Fermentasi adalah proses alami di mana mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat seperti pati dan gula menjadi alkohol atau asam. Alkohol atau asam ini kemudian bertindak sebagai pengawet alami, memberikan makanan fermentasi rasa dan keasaman yang khas.

Proses fermentasi juga mendorong pertumbuhan bakteri baik. Bakteri baik ini membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, kesehatan pencernaan, dan kesehatan kardiovaskular. Oleh karena itu, memasukkan makanan fermentasi ke dalam diet harian Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Manfaat makanan fermentasi

1. Bermanfaat untuk sistem pencernaan.

Bakteri baik yang dihasilkan selama fermentasi dapat membantu memulihkan keseimbangan mikrobiota usus dan dapat meringankan beberapa masalah pencernaan. Menurut penelitian, probiotik dapat mengurangi gejala tidak nyaman dari sindrom iritasi usus besar.

Selain itu, makanan fermentasi juga dapat mengurangi keparahan diare, kembung, gas, dan sembelit.

Proses fermentasi juga membantu memecah nutrisi dalam makanan, sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan dengan makanan yang tidak difermentasi.

2. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Selain itu, bakteri yang hidup di usus memiliki dampak signifikan pada sistem kekebalan tubuh. Karena kandungan bakteri baiknya yang tinggi, makanan fermentasi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi seperti flu biasa.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya probiotik juga dapat membantu tubuh pulih lebih cepat saat sakit. Banyak makanan fermentasi kaya akan vitamin C, zat besi, dan seng—komponen yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, menurut Healthline .

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa makanan fermentasi membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi, membantu penurunan berat badan, dan mendukung kesehatan kardiovaskular.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi makanan fermentasi.

Makanan fermentasi umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang. Namun, beberapa individu mungkin mengalami efek samping.

Karena kandungan bakteri baik yang tinggi dalam makanan fermentasi, beberapa orang mungkin mengalami kembung dan perut bergas sementara saat mengonsumsinya.

Selain itu, beberapa produk mungkin mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. Oleh karena itu, konsumen harus membaca informasi nutrisi dengan cermat sebelum membeli produk fermentasi.

Jika melakukan fermentasi di rumah, produsen perlu mematuhi resep, suhu, dan waktu fermentasi secara ketat untuk memastikan keamanan saat dikonsumsi.



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Panen bawang

Panen bawang

Aku mencintai Vietnam

Aku mencintai Vietnam

Para siswa mengenakan pakaian tradisional Ao Dai.

Para siswa mengenakan pakaian tradisional Ao Dai.