Menurut Dr. Nguyen Van Tien, dari Institut Gizi Nasional, jamur pada banh chung (kue ketan Vietnam) terutama disebabkan oleh jamur yang terbawa udara dan menempel pada daun pembungkus, kemudian berkembang secara bertahap dari luar ke dalam. Oleh karena itu, persiapan bahan dan penyimpanan yang tepat setelah dimasak sangat menentukan kualitas kue tersebut.
Daun pisang harus dicuci bersih beberapa kali dan dijemur di tempat yang berventilasi baik, hindari angin yang dapat membawa spora jamur. Beras ketan hanya perlu dicuci bersih dan ditiriskan; jangan direndam terlalu lama karena dapat menyebabkan fermentasi dan membuat kue menjadi asam. Sebelum dibungkus, beras ketan perlu dikeringkan secara menyeluruh dan dicampur dengan sedikit garam untuk meningkatkan rasa dan menghambat pertumbuhan mikroba. Isian kacang dan daging harus segar, bersih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Saat membungkus, pangsit perlu ditekan rapat untuk meminimalkan rongga di dalamnya. Setelah direbus, pangsit harus segera dicuci selagi masih panas. Pada saat ini, pangsit mengembang, sehingga sulit bagi air untuk menembus. Jika dicuci setelah dingin, air akan meresap kembali, menciptakan lingkungan lembap yang kondusif untuk pertumbuhan bakteri dan jamur. Setelah dicuci, susun pangsit dalam barisan dan tekan perlahan untuk menghilangkan kelebihan air sebelum disimpan.

Kue ketan (Bánh chưng) enak dan bergizi, tetapi jika menjadi asam atau berjamur, bisa berbahaya untuk dimakan. (Gambar ilustrasi)
Kesalahan umum adalah merendam kue dalam air untuk mempertahankan warna hijau cerahnya. Menurut para ahli, metode ini menyebabkan kue menyerap air lebih lama, lebih cepat busuk, dan lebih mudah berjamur.
Dalam cuaca kering, banh chung (kue ketan Vietnam) dapat disimpan selama sekitar 4-5 hari pada suhu ruangan. Jika cuaca lembap, sebaiknya disimpan di lemari es. Pada suhu yang lebih rendah, masa simpan dapat diperpanjang hingga 15-20 hari, tetapi kue lebih rentan menjadi keras dan kering. Saat dikeluarkan, sebaiknya dikukus, direbus, atau dipanaskan kembali sebelum dimakan untuk memastikan keamanannya. Menggoreng kue sebaiknya dibatasi karena meningkatkan jumlah minyak dan lemak dalam makanan, yang tidak baik untuk kesehatan kardiovaskular dan pengelolaan berat badan.
Yang mengkhawatirkan, banyak orang hanya memotong bagian yang berjamur dan memakan sisanya. Namun, menurut para ahli nutrisi, makanan yang berjamur dapat menghasilkan aflatoksin – zat yang diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai karsinogen hati potensial.
Toksin ini tidak hanya terdapat di permukaan tetapi juga dapat menyebar jauh ke dalam makanan, sehingga tidak terdeteksi oleh mata telanjang. Oleh karena itu, ketika kue ketan (Banh Chung) berjamur, sebaiknya buang seluruh kue tersebut untuk menghindari risiko keracunan atau penumpukan toksin dalam jangka panjang.
Para ahli menyarankan bahwa menjaga banh chung (kue beras ketan Vietnam) tetap hijau, kenyal, dan aman bukan hanya tentang cita rasa Tet (Tahun Baru Imlek) tetapi juga tentang melindungi kesehatan seluruh keluarga.
Sumber: https://baolangson.vn/ly-do-banh-chung-de-bi-thiu-moc-5078392.html







Komentar (0)