![]() |
Para penggemar Chelsea geram setelah kekalahan melawan PSG. Foto: Reuters . |
Pada babak pertama, PSG mencetak dua gol dalam waktu delapan menit melalui Khvicha Kvaratskhelia dan Bradley Barcola, yang secara efektif mengamankan kemenangan. Pada menit-menit berikutnya, Chelsea terus menyerang untuk mencari gol tetapi tidak berhasil.
Setelah peluit akhir berbunyi di akhir babak pertama, banyak penggemar Chelsea bergegas meninggalkan stadion. Arus orang yang meninggalkan Stamford Bridge jelas mencerminkan kekecewaan mereka terhadap performa buruk tim asuhan manajer Liam Rosenior.
Di media sosial, gelombang kritik juga bermunculan. Banyak yang menyebut penampilan Chelsea "memalukan," sementara yang lain dengan blak-blakan menyatakan bahwa musim tim tersebut pada dasarnya telah berakhir.
![]() |
Pelatih Rosenior menghadapi kritik. Foto: Reuters . |
Pada babak kedua, manajer Rosenior memutuskan untuk melakukan tiga pergantian pemain, menarik keluar Joao Pedro, Enzo Fernandez, dan Cole Palmer untuk memasukkan Liam Delap, Romeo Lavia, dan Alejandro Garnacho. Keputusan ini terus menuai penentangan keras dari para penonton.
Hanya dua menit setelah pergantian pemain, Chelsea kebobolan gol ketiga ketika Senny Mayulu menyelesaikan dengan tembakan keras, memastikan kemenangan 3-0 (8-2 secara agregat) untuk PSG.
"Apa yang sedang dilakukan manajer? Mengapa dia menarik keluar pemain kunci seperti itu?", tulis seorang penggemar yang marah di media sosial. Akun lain menulis: "Momen pergantian pemain itu secara efektif telah menentukan nasib Chelsea."
Suasana di Stamford Bridge semakin tegang ketika manajer Rosenior sendiri dicemooh di akhir pertandingan karena instruksi taktisnya, yang dianggap tidak efektif mengingat timnya sudah benar-benar menyerah.
Kekalahan telak ini tidak hanya mengakhiri mimpi Chelsea di Liga Champions, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan manajer Rosenior.
Sumber: https://znews.vn/man-thay-nguoi-khien-cdv-chelsea-phan-no-post1635799.html








Komentar (0)