|
Mata telah menemukan kembali performa terbaiknya di usia 37 tahun. |
Di usia 37 tahun, ketika banyak pemain sudah melewati masa jayanya, Mata justru menulis babak baru yang tak terlupakan di Australia. Gelandang asal Spanyol ini secara bertahap menemukan kembali performa yang membuatnya mendapat julukan "Johnny Kills" di masa puncak kariernya.
Hanya enam bulan yang lalu, Mata masih merupakan nama yang tidak dikenal di Western Sydney Wanderers. Dia jarang bermain dan hampir tidak memberikan dampak. Tetapi sejak pindah ke Melbourne Victory, semuanya telah berubah dengan cepat.
Musim 2025/26 menyaksikan kebangkitan yang jelas bagi Mata. Setelah 22 pertandingan, ia mencetak 5 gol dan memberikan 12 assist. Secara total, mantan gelandang Manchester United ini berkontribusi pada 17 gol, sebuah prestasi yang menempatkannya di puncak daftar pemberi assist A-League.
Dampak Mata melampaui sekadar angka; penampilannya beragam. Dia mencetak gol sundulan dalam kemenangan 4-1 melawan Central Coast, mencetak gol spektakuler dari lini tengah dalam derbi melawan Melbourne City, dan kemudian bersinar lagi dengan tendangan bebas yang menakjubkan melawan Sydney FC.
Momen-momen itu tidak hanya mengesankan di Australia. Di tempat latihan Carrington, para pemain Manchester United seperti Harry Maguire dan Bruno Fernandes juga menyaksikan dan mengungkapkan kegembiraan mereka. Bruno bahkan mengklaim dia "tahu Mata akan mencetak gol" dari tendangan bebas tersebut.
|
Mata terus menunjukkan kelasnya di Australia. |
Kembalinya Mata menjadi semakin berharga jika dilihat dalam konteks kariernya. Terakhir kali ia mencapai performa serupa adalah pada musim 2015/16, saat bermain untuk Manchester United, dengan 10 gol dan 10 assist. Sejak saat itu, gelandang Spanyol ini telah mengalami beberapa periode penurunan performa.
Dia tidak memberikan dampak signifikan di Vissel Kobe, hanya memberikan kontribusi terbatas di Galatasaray, dan masa baktinya yang terakhir di Manchester United juga biasa-biasa saja. Oleh karena itu, kebangkitannya di Melbourne Victory sangat berarti.
Mengenai performanya saat ini, Mata mengatakan bahwa ia masih mempertahankan semangatnya untuk sepak bola. “Saya menikmati setiap sesi latihan dan setiap pertandingan. Bermain sepak bola di banyak negara dan budaya adalah sebuah hak istimewa,” katanya.
Di luar kontribusi profesionalnya, Mata juga telah menjadi pemimpin spiritual bagi Melbourne Victory. Pengalaman dan ketenangannya telah membantu tim mempertahankan stabilitas dalam persaingan A-League.
Performa impresif Mata juga membuatnya meraih banyak penghargaan individu. Ia terpilih sebagai "Pemain Terbaik Bulan" A-League untuk bulan Januari dan Februari, dan menerima penghargaan MVP dari Asosiasi Pemain pada bulan Desember.
Melbourne Victory sedang dalam performa bagus dan mengincar tempat di babak play-off. Mata juga tidak menyembunyikan ambisinya: "Kami ingin mempertahankan performa ini dan bersaing untuk posisi dua teratas."
Di usia 37 tahun, Mata bukan lagi pemain dengan kemampuan fisik yang eksplosif. Namun sebagai gantinya, ia masih mempertahankan visi taktis, teknik, dan kehalusan dalam setiap gerakannya. Faktor-faktor inilah yang membantunya terus membuat perbedaan.
Kebangkitan Mata bukan hanya kisah pribadi. Ini juga menunjukkan nilai pengalaman dalam sepak bola tingkat atas. Ketika kebugaran fisik bukan lagi sebuah keuntungan, kelas dan kesadaran taktis masih dapat membuat perbedaan.
Bagi Mata, perjalanan masih jauh dari selesai. Dan di Australia, ia membuktikan bahwa hal-hal terbaik terkadang datang di saat-saat yang tampaknya merupakan tahap akhir karier.
Mata mencetak gol luar biasa di A.League. Di usia 37 tahun, mantan bintang Manchester United ini masih menunjukkan kelasnya. Ia mencetak gol dari tendangan bebas, membantu Melbourne Victory meraih hasil imbang 2-2 melawan Sydney FC.
Sumber: https://znews.vn/mata-hoi-sinh-o-australia-post1637773.html








Komentar (0)