Ibu Rabiot sangat marah kepada Marseille. |
Marseille menghadapi krisis setelah perkelahian antara pemain Adrien Rabiot dan Jonathan Rowe di ruang ganti terungkap. Insiden tersebut menjadi pusat perhatian karena kedua pemain dimasukkan ke dalam daftar transfer karena perilaku yang tidak pantas.
Pablo Longoria, presiden Marseille, membenarkan informasi tersebut dalam sebuah wawancara. Ia menyatakan keheranannya atas apa yang ia gambarkan sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya." Longoria juga menggambarkannya sebagai "perkelahian yang sangat brutal."
Meskipun baik Rabiot maupun Rowe belum menyampaikan permintaan maaf atau komentar, ibu Rabiot, Veronique, telah angkat bicara menentang klaim Presiden Longoria. Ia menyatakan: "Apa yang dimaksud dengan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya? Tidak ada yang terluka, tidak ada yang harus dirawat di rumah sakit, tidak ada hidung yang patah atau bibir yang robek, jadi saya tidak mengerti."
Ibu Rabiot juga menekankan bahwa baik pelatih De Zerbi maupun direktur Benatia hadir di ruang ganti, dan jika situasinya begitu serius, mengapa tidak ada yang turun tangan?
Pernyataan Veronique konsisten dengan apa yang dikatakan pengacara Rabiot, Romuald Palao, sebelumnya. Ia menyatakan keterkejutannya setelah mengetahui bahwa Rabiot telah dimasukkan ke dalam daftar transfer dan menduga bahwa cerita tersebut agak "direkayasa".
Sumber: https://znews.vn/me-rabiot-noi-gian-voi-marseille-post1578949.html








Komentar (0)