Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Meta "bertaruh" pada energi nuklir untuk mengembangkan AI

Báo Công thươngBáo Công thương04/12/2024

Meta, perusahaan induk Facebook, telah mengumumkan bahwa mereka sedang mencari pengembang energi nuklir untuk mendukung tujuannya mengembangkan kecerdasan buatan (AI).


Langkah ini menunjukkan bahwa energi nuklir secara bertahap menjadi pilihan strategis bagi "raksasa" teknologi dalam konteks pertumbuhan kuat dalam permintaan listrik global.

Rencana yang berani

Menurut pengumuman tersebut, Meta menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir baru sebesar 1-4 gigawatt (GW) di Amerika Serikat. Saat ini, rata-rata pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat memiliki kapasitas sekitar 1 GW.

“Di Meta, kami percaya energi nuklir akan memainkan peran penting dalam membangun jaringan listrik yang lebih bersih, lebih stabil, dan lebih beragam,” tegas perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Logo của nhóm doanh nghiệp thuộc Meta Platforms được nhìn thấy tại Brussels, Bỉ, 6/12/2022. Ảnh: REUTERS.
Logo grup perusahaan Meta Platforms terlihat di Brussels, Belgia, 6 Desember 2022. Foto: Reuters

Menurut Goldman Sachs, permintaan listrik di pusat data AS diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat antara tahun 2023 dan 2030, membutuhkan sekitar 47 GW kapasitas pembangkit baru. Khususnya, pusat data AI mengonsumsi listrik dalam jumlah besar untuk mengoperasikan server dan sistem pendingin.

Namun, memenuhi permintaan ini dengan cepat menggunakan tenaga nuklir tidaklah mudah. ​​Perusahaan menghadapi proses persetujuan yang rumit dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC), kesulitan dalam rantai pasokan bahan bakar uranium, dan penolakan dari masyarakat setempat.

Perhatian dari raksasa teknologi

Meta bukanlah perusahaan teknologi pertama yang mengambil risiko besar dalam energi nuklir. September lalu, Microsoft dan Constellation Energy mengumumkan kesepakatan untuk memulai kembali unit pembangkit listrik Three Mile Island di Pennsylvania, pertama kalinya fasilitas nuklir dialihfungsikan menjadi pusat data.

Amazon juga bermitra dengan Talen Energy pada bulan Maret untuk mengakuisisi pusat data bertenaga nuklir. Langkah-langkah ini mencerminkan perubahan dalam cara perusahaan teknologi mengelola energi, yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan memenuhi persyaratan operasional.

Meta menyatakan sedang mencari pengembang yang berpengalaman dalam pelibatan masyarakat, pengembangan proyek, dan perizinan. Perusahaan ini terbuka untuk mempertimbangkan reaktor nuklir kecil (SMR) — sebuah teknologi baru yang menjanjikan namun belum dikomersialkan — maupun reaktor besar yang serupa dengan yang saat ini digunakan di Amerika Serikat.

Reaktor kecil diharapkan menjadi solusi ideal untuk pusat data karena ukurannya yang ringkas, kemampuan manufaktur yang fleksibel, dan keamanan yang lebih baik dibandingkan reaktor besar. Namun, biaya pengembangan awal yang tinggi dan kendala regulasi tetap menjadi kendala utama.

Amerika Serikat saat ini memimpin dunia dalam jumlah proyek SMR yang sedang dalam tahap pengujian, dengan harapan dapat mengkomersialkan teknologi ini dalam dekade mendatang. Jika berhasil, SMR akan memberikan peluang besar untuk mengintegrasikan tenaga nuklir ke dalam infrastruktur berteknologi tinggi.

Energi nuklir untuk keberlanjutan

Tenaga nuklir dipandang sebagai faktor kunci dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca global. Menurut Badan Energi Internasional (IEA), tenaga nuklir saat ini menyumbang sekitar 10% pasokan listrik global dan merupakan sumber pembangkit listrik bebas karbon terbesar kedua setelah tenaga air.

Di Amerika Serikat, pembangkit listrik tenaga nuklir menyediakan sekitar 20 persen listrik negara tersebut, atau lebih dari 770 miliar kWh per tahun. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, tenaga nuklir tidak hanya menghasilkan emisi karbon yang hampir nol, tetapi juga menyediakan sumber listrik yang lebih stabil dibandingkan energi terbarukan seperti angin dan matahari.

Peralihan Meta ke tenaga nuklir bukan hanya cara perusahaan untuk memenuhi kebutuhan listriknya yang terus meningkat, tetapi juga langkah strategis untuk mencapai tujuan keberlanjutannya. Hal ini juga merupakan tanda bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar secara aktif berpartisipasi dalam revolusi energi untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan langkah-langkah perintis ini, Meta tidak hanya menegaskan posisi terdepannya di bidang AI, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan industri energi nuklir. Apakah energi nuklir akan menjadi solusi jangka panjang bagi perusahaan teknologi masih menjadi pertanyaan besar. Namun, langkah Meta ini tentu akan membuka diskusi penting dan berdampak besar pada masa depan industri energi.


[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/meta-dat-cuoc-vao-nang-luong-hat-nhan-de-phat-trien-ai-362426.html

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk