Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence merilis video kampanye 2024, yang menekankan perlunya perubahan kepemimpinan untuk memecahkan masalah negara.
"Saat ini, Partai Republik dan negara kita membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengeluarkan potensi terbaik setiap orang, seperti yang dikatakan Presiden Lincoln," ujar mantan Wakil Presiden AS Mike Pence, 64 tahun, dalam sebuah video pengumuman pencalonannya yang dirilis hari ini.
Pence mengatakan akan "mudah untuk hanya berdiam diri dan menonton," tetapi ia tidak tumbuh besar seperti itu. "Itulah sebabnya hari ini, di hadapan Tuhan dan keluarga tercinta, saya mengumumkan pencalonan saya sebagai presiden Amerika Serikat," ujarnya.
Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence mengumumkan pencalonannya untuk tahun 2024. Video: Twitter/Mike Pence
Ia menyebutkan serangkaian masalah yang dihadapi AS seperti inflasi, imigrasi, dan risiko resesi. Mike Pence juga menyebut Rusia dan Tiongkok sebagai rival Amerika. Ia mengkritik Presiden Biden karena membuat Amerika "lemah di dalam dan luar negeri" karena video tersebut memuat gambar-gambar penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang kacau pada Agustus 2021.
"Nilai-nilai abadi Amerika sedang diserang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita lebih baik dari ini, dan kita bisa membalikkan keadaan. Perubahan zaman membutuhkan perubahan kepemimpinan," ujarnya, mengungkapkan keyakinannya bahwa "bersama-sama, kita bisa membalikkan keadaan negara ini, dan hari-hari terbaik bangsa terhebat di muka Bumi masih menanti."
Video tersebut menampilkan Presiden Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris, tanpa menyebutkan Trump atau gambarnya.
Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence mengendarai sepeda motor ke sebuah acara di Des Moines, Iowa, pada 3 Juni. Foto: AFP
Keputusan Pence untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat menjadikannya wakil presiden AS pertama dalam sejarah modern yang mencalonkan diri melawan mantan bosnya. Mantan Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan pencalonannya kembali pada tahun 2024.
Kampanye Pence difokuskan pada Iowa, negara bagian pertama yang memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan presiden Partai Republik.
Mike Pence menjabat selama beberapa dekade di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan empat tahun sebagai gubernur Indiana sebelum menjadi wakil presiden di bawah mantan Presiden Trump. Pence telah lama dianggap sebagai salah satu suara Partai Republik.
Saat memasuki persaingan menuju Gedung Putih, Pence akan menghadapi banyak tantangan di babak pemilihan pendahuluan Partai Republik dengan serangkaian lawan yang tangguh. Hubungannya yang retak dengan mantan Presiden Donald Trump setelah kerusuhan Capitol Hill pada Januari 2021 juga mungkin membuat banyak orang menjauh darinya.
Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos terhadap kandidat Republik pada bulan Mei, Pence memenangkan 5% suara sementara dukungan Trump sebesar 44%.
Ngoc Anh (Menurut Hill )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)