Letnan Luong Tran Mai Anh, seorang petugas dari Departemen Manajemen Administrasi dan Ketertiban Sosial Kepolisian Provinsi, adalah salah satu orang yang terlibat langsung. Pekerjaannya tidak berhenti di meja penerimaan permohonan. Pada hari-hari sibuk, ia dan rekan-rekannya membawa peralatan ke dusun-dusun terpencil, terkadang menggunakan perahu, mendatangi setiap rumah untuk menerbitkan kartu identitas kepada para lansia, orang sakit, dan mereka yang tidak memiliki sarana transportasi. Pada beberapa hari, tim tersebut mendirikan pos layanan bergerak tepat di sekolah untuk segera menerbitkan kartu identitas kepada siswa sebelum ujian. "Ada hari-hari ketika kami bekerja hingga larut malam, bahkan pada hari Sabtu dan Minggu tanpa istirahat. Tetapi ketika saya melihat orang-orang, terutama mereka yang membutuhkan, menerima dukungan tepat waktu, saya merasa pekerjaan ini jauh lebih bermakna," ujar Letnan Luong Tran Mai Anh.
Inti dari Proyek 06 adalah menciptakan interoperabilitas data. Ketika data kependudukan, kartu identitas, dan identifikasi serta otentikasi elektronik terhubung ke sistem berbagai sektor, warga negara tidak perlu lagi memberikan informasi yang sudah ada. Ini merupakan langkah penting dalam reformasi prosedur administrasi.
Administrasi yang transparan
Implementasi praktis menunjukkan bahwa ketika data menjadi dasar, transparansi sistem administrasi meningkat secara signifikan. Setiap informasi memiliki sumber, diverifikasi, dan digunakan secara konsisten. Proses penanganan dokumen distandarisasi, meminimalkan kesalahan dan membatasi "celah" yang dapat dengan mudah menyebabkan korupsi. Warga dapat memantau, memeriksa, dan merasa lebih aman saat melakukan transaksi administrasi.
Namun, transformasi digital bukanlah jalan yang mulus. Di beberapa tempat, kebiasaan menggunakan dokumen kertas tradisional masih bertahan; sebagian penduduk, terutama lansia, masih belum terbiasa dengan teknologi. Hal ini membutuhkan ketekunan dalam komunikasi dan bimbingan, serta fleksibilitas dari aparat penegak hukum untuk memodernisasi dan memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Untuk menghindari warga harus melakukan perjalanan jauh, kepolisian komune Vinh Hau secara proaktif memproses kartu identitas dan identitas elektronik bagi masyarakat.
Oleh karena itu, selain mempertahankan titik-titik untuk penerbitan kartu identitas dan identifikasi elektronik, kepolisian di seluruh provinsi secara proaktif telah mengorganisir tim mobile untuk langsung pergi ke daerah pemukiman, sekolah, dan pusat kesejahteraan sosial untuk mendukung masyarakat. Pendekatan "datang dari rumah ke rumah" ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai target tetapi juga untuk mendekatkan kebijakan dengan kehidupan masyarakat.
Di masa depan, seiring sistem terus ditingkatkan dan diterapkan secara serentak di setiap kecamatan dan wilayah, kesenjangan dalam mengakses layanan publik akan terus menyempit. Pada saat itu, setiap warga negara, baik di daerah terpencil maupun perkotaan, akan dapat mengakses prosedur administrasi dengan mudah dan cepat.
Para petugas kepolisian dengan tekun membimbing warga melalui prosedur untuk mendapatkan kartu identitas dan identifikasi elektronik, sehingga layanan publik lebih dekat dengan masyarakat.
Dari perspektif yang lebih luas, Proyek 06 berkontribusi dalam membentuk kembali hubungan antara Negara dan rakyat di era digital. Ketika data terhubung dan proses transparan, kepercayaan bukan lagi konsep abstrak, tetapi diukur dengan pengalaman nyata: prosedur yang lebih singkat, jumlah perjalanan yang berkurang, dan penyelesaian kasus tepat waktu.
Nguyen Dao
Sumber: https://baocamau.vn/mo-duong-cho-nen-hanh-chinh-minh-bach-a128393.html







Komentar (0)