
Setiap wilayah akan memiliki sajian kuliner uniknya sendiri. Rute-rute pengalaman ini berkontribusi dalam menghubungkan pariwisata regional dan mempromosikan budaya lokal melalui kuliner.
Menikmati cita rasa lezat dari wilayah warisan budaya tersebut.
Dalam program "Danang Food Tour 2026", serangkaian produk wisata kuliner dikembangkan secara mendalam untuk memperluas ruang pengalaman ke selatan kota dan sekitarnya, menghubungkan kuliner dengan kehidupan lokal, mata pencaharian masyarakat, dan ruang warisan budaya.
Lebih dari sekadar menikmati makanan, industri pariwisata kota ini bertujuan untuk memposisikan wisata kuliner sebagai perjalanan penemuan ke dalam budaya, gaya hidup, dan identitas lokal. Produk-produk dirancang untuk melibatkan wisatawan dalam seluruh rantai nilai kuliner, mulai dari bahan-bahan dan metode persiapan hingga suasana dan narasi budaya, sehingga menciptakan pengalaman yang otentik, mendalam, dan unik.
Menurut Ibu Nguyen Thi Hoai An, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, departemen tersebut sedang mengoordinasikan pengembangan tur yang mencerminkan kancah kuliner perkotaan dengan lima tema utama, mulai dari makanan laut segar, hidangan mie, dan sup mie beras; makanan jalanan; "masakan rumahan khas Vietnam Tengah" hingga kafe dan bar modern, serta hidangan dengan cita rasa otentik.
Beberapa daya tarik utamanya meliputi: "Tur Kuliner Pusat Kota Da Nang - Rasakan Irama Penuh Kota Pesisir," yang menampilkan tur kota bertema yang menawarkan pengalaman kuliner berupa makanan laut segar, kopi, dan camilan;
“Tur Kuliner Hoi An - Mencicipi Warisan, Menyentuh Jiwa Hoi An” menggabungkan pengalaman mencicipi kuliner khas seperti Cao Lau dan mi Quang dengan perjalanan menjelajahi kota kuno, desa kerajinan tradisional, dan kegiatan wisata komunitas di dalam kawasan situs warisan budaya dunia;
“Tur Kuliner Dien Ban - Melestarikan Jiwa Pedesaan dalam Setiap Cita Rasa” memperkenalkan makanan khas lokal seperti daging sapi panggang Cau Mong, mi Phu Chiem Quang, siput Dien Phuong, kue beras Go Noi, yang dipadukan dengan pengalaman ekowisata dan model pariwisata berbasis komunitas...

Menurut Ibu Nguyen Cuc Phuong, pemilik jaringan restoran di Jalan Tran Phu (Kelurahan Hai Chau), penyelenggaraan festival makanan dan pengembangan rute wisata kuliner di kota ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada bisnis makanan, terutama selama musim wisata musim panas.
Ibu Phuong mengatakan bahwa sebelumnya, banyak wisatawan makan sesuai dengan preferensi pribadi mereka tanpa rencana khusus. Namun, dengan perkembangan wisata kuliner yang terstruktur dengan baik, dikombinasikan dengan promosi di platform digital dan media sosial, wisatawan cenderung proaktif mencari tempat makan yang khas, terutama yang menampilkan cita rasa daerah. Hal ini memberi restoran lebih banyak peluang untuk menjangkau pelanggan baru, meningkatkan pendapatan, dan mempromosikan merek mereka.
Menjalin hubungan dengan aliran pelanggan baru
Ibu Nguyen Thi Hien, Manajer Operasional restoran All Seasons Da Nang (Jalan Nguyen Van Thoai, Kelurahan An Hai), percaya bahwa kuliner lokal memainkan peran yang sangat penting dalam memposisikan citra suatu destinasi bagi wisatawan. Selain berwisata, wisatawan ingin mencicipi hidangan khas untuk lebih memahami budaya, masyarakat, dan identitas daerah tersebut. Oleh karena itu, kuliner menjadi daya tarik utama daerah tersebut di hati para wisatawan.
Mengintegrasikan pengalaman kuliner ke dalam rencana perjalanan menciptakan peluang bagi restoran lokal untuk mempromosikan merek mereka dan menjangkau basis pelanggan yang beragam. Tur kuliner juga memungkinkan pengunjung untuk menikmati makanan sambil menjelajahi kehidupan, budaya, dan ritme lokal. Hal ini dipandang sebagai cara untuk memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan pengalaman bagi wisatawan yang mengunjungi Da Nang.

Bapak Nguyen Thanh Tam, Direktur Jenderal Viet Angroup, meyakini bahwa wisata kuliner membuka arah yang menjanjikan bagi pariwisata Da Nang, dalam konteks meningkatnya minat wisatawan untuk menikmati budaya lokal.
Da Nang memiliki keunggulan besar karena memiliki ekosistem kuliner yang beragam, mulai dari makanan laut dan jajanan kaki lima hingga hidangan khas Vietnam Tengah dengan cita rasa regional yang berbeda.
Menciptakan tur kuliner seperti Da Nang Downtown Food Tour, atau menghubungkannya dengan Hoi An, Dien Ban, Dai Loc, dan Tam Ky, membantu mempromosikan hidangan lezat sekaligus menciptakan rangkaian pengalaman yang saling terkait antar lokasi, sehingga memudahkan wisatawan untuk menjelajahi kuliner tanpa menghabiskan banyak waktu mencari informasi.
"Ini juga merupakan kesempatan bagi bisnis pariwisata, restoran, dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam mengembangkan produk unik dan meningkatkan daya saing pariwisata Da Nang dan wilayah Tengah," ujar Bapak Tam.
Menurut Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, dengan garis pantai yang panjang dan ekosistem budaya pesisir yang kaya, kegiatan wisata kuliner diharapkan akan diluncurkan mulai Mei 2026 dan diselenggarakan sepanjang tahun, berkontribusi pada pembentukan sistem produk wisata kuliner regional, mendiversifikasi pengalaman, dan meningkatkan daya tarik Da Nang sebagai destinasi.
Sumber: https://baodanang.vn/mo-rong-ban-do-food-tour-xu-quang-3337576.html








Komentar (0)