(NLDO) - Sebuah super-Bumi "baru lahir" yang mengorbit bintang muda TW Hydrae telah mengungkapkan tempat persembunyiannya kepada "mata ilahi" observatorium ALMA.
Menurut Sky and Telescope, tim penulis yang dipimpin oleh Dr. Tomohiro Yoshida dari Observatorium Astronomi Nasional Jepang telah mengidentifikasi sebuah planet baru dengan massa empat kali massa Bumi di sekitar bintang baru berusia 8 juta tahun bernama TW Hydrae.
Lebih khusus lagi, mereka menemukan tanda-tanda guncangan gas di dalam cakram protoplanet TW Hydrae menggunakan data dari ALMA, interferometer astronomi canggih yang terdiri dari 66 teleskop radio yang terletak di Gurun Atacama di Chili utara.
Gambar yang diperbesar dari data ALMA menunjukkan bintang muda yang terletak di antara cakram protoplanet besar dan celah samar yang diciptakan oleh super-Bumi "bayi" - Foto: ALMA
Saat planet yang sedang berkembang mengumpulkan gas dan debu, mereka juga melepaskan material ke lingkungannya dalam bentuk aliran jet.
Gas kejut yang direkam oleh "mata" ALMA adalah aliran materi ini, yang mengalir keluar dengan sangat kuat dan menghantam lingkungan sekitarnya, menciptakan kejutan yang memicu pembentukan molekul seperti sulfur monoksida (SO), yang dapat ditangkap oleh observatorium.
Upaya untuk mengukur aliran material ini juga membantu para ilmuwan memperkirakan massa dan ukuran planet muda yang muncul.
Berdasarkan lokasi kejutan gas dan celah antara cakram protoplanet yang diciptakan oleh super-Bumi muda, para ilmuwan juga mengetahui bahwa jarak antara planet ini dan bintang induknya adalah sekitar 42 unit astronomi (AU), atau 42 kali jarak Matahari-Bumi.
Bintang muda TW Hydrae berjarak sekitar 200 juta tahun cahaya dari Bumi dan merupakan bintang terdekat dengan cakram protoplanet yang diketahui umat manusia.
Cakram ini hanya ada dalam waktu singkat ketika bintang masih muda. Semua materi dari cakram ini secara bertahap akan mengembun menjadi planet-planetnya.
Dengan demikian, bintang yang sedang dalam proses memiliki cakram protoplanet merupakan target astronomi yang langka dan menarik.
Secara keseluruhan, karya ini menambah bukti lebih lanjut tentang keberadaan planet baru di TW Hydrae dan kita dapat menantikan pengamatan di masa mendatang yang dapat membantu melacak evolusi planet potensial dalam sistem ini.
Ini juga merupakan cara bagi umat manusia untuk melihat "kembali ke masa lalu" ke Bumi awal, ketika Bumi perlahan-lahan menyatu dari cakram protoplanet Matahari.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/mot-sieu-trai-dat-moi-dang-thanh-hinh-tren-bau-troi-196240827094147598.htm
Komentar (0)