1. Bagian pohon plum yang berkhasiat obat
Pohon plum, yang secara ilmiah dikenal sebagai Prunus salicina Lindl., juga dikenal secara umum sebagai buah plum, biji plum, atau buah Gia Khanh. Semua bagian pohon plum, seperti buah, akar, kulit akar, getah, daun, dan biji, memiliki khasiat obat.
Buah plum biasanya dipanen antara bulan Mei dan Juli. Buah ini memiliki rasa manis dan asam, bersifat netral, dan digunakan untuk membersihkan hati, mengatur panas, dan meningkatkan produksi cairan. Buah ini sering digunakan untuk mengobati kondisi seperti penyakit tulang kronis, kekurangan yin dengan panas internal, bibir dan tenggorokan kering, edema, diabetes, dan kesulitan buang air kecil. Buah ini biasanya dimakan mentah atau dihancurkan dan diolah menjadi jus.
Akar plum, yang biasanya dipanen pada bulan September-Oktober, memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Akar ini digunakan untuk meredakan panas dan mendetoksifikasi tubuh, mengobati kondisi seperti diabetes, gangguan saluran kemih (nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, hematuria, dll.), disentri, sakit gigi, dan bisul. Akar ini digunakan dalam bentuk rebusan untuk dikonsumsi atau dibakar hingga menjadi abu dan dihaluskan untuk penggunaan luar.
Kulit akar pohon plum, yang bagian intinya telah dibuang dan hanya kulit bagian luarnya yang digunakan, memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Kulit akar ini digunakan untuk meredakan panas dan mengurangi gas, serta umum digunakan untuk mengobati penyakit seperti rasa haus yang berlebihan, gelisah, keputihan (cairan vagina), dan sakit gigi. Biasanya diminum sebagai rebusan, digunakan sebagai obat kumur, atau dihancurkan dan diperas untuk mengekstrak sarinya untuk penggunaan luar.

Pohon plum secara umum, dan buah plum secara khusus, merupakan bahan obat yang unik.
Daun plum, dengan rasa asam dan sifat netralnya, digunakan untuk mengobati demam tinggi, kejang, edema, dan luka traumatis pada anak-anak. Daun ini digunakan dalam bentuk rebusan untuk dikonsumsi, air mandi, atau dihancurkan dan dioleskan secara eksternal. Teks-teks medis kuno seperti Kompendium Materia Medica, Materia Medica Jepang, Materia Medica Zhennan, dan Seribu Resep Emas semuanya mencatat pengobatan menggunakan daun plum untuk mengobati penyakit, dengan interpretasi yang cukup unik.
Biji plum, juga dikenal sebagai inti buah plum, memiliki rasa manis dan pahit serta sifat netral. Biji ini digunakan untuk menghilangkan stasis darah, meningkatkan diuresis, dan melumasi usus. Umumnya digunakan untuk mengobati kondisi seperti memar akibat cedera, batuk berdahak berlebihan, perut kembung, dan sembelit. Biasanya diminum secara oral sebagai rebusan, dengan dosis harian 6-12 g, atau dihancurkan, dikeringkan, dan dihaluskan untuk penggunaan luar.
Getah plum , yang dipanen pada musim semi dan dikeringkan di tempat teduh, memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Getah ini digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri, dan sangat efektif dalam mengobati penglihatan kabur (mata yang tertutup selaput) dan gatal-gatal. Biasanya dikonsumsi sebagai rebusan, dengan dosis harian 15-20 g.
2. Beberapa penggunaan spesifik
* Untuk mendukung pengobatan diabetes: Cuci buah plum segar, buang bijinya, dan peras airnya. Minum satu sendok makan tiga kali sehari, atau rebus 10g kulit akar plum dalam air dan minum setiap hari.
* Untuk mulut kering: Ambil buah plum segar secukupnya, cuci, buang bijinya, dan rendam dalam gula pasir selama 2 minggu. Makan 5 buah plum dua kali sehari.
* Asites akibat sirosis: Konsumsi buah plum dalam jumlah yang sesuai setiap hari.
* Disentri: Rebus segenggam kulit pohon plum dalam air dan minum air rebusannya.
* Untuk anak yang demam tinggi: Rebus daun plum dalam air dan gunakan cairan yang dihasilkan untuk menyeka seluruh tubuh.
* Urtikaria (biduran): Rebus 15g getah plum dalam air dan minum 5-10ml dua kali sehari.
* Sembelit: Rendam 400 g buah plum kering dan 100 ml madu dalam 1800 ml anggur putih selama 2 bulan sebelum digunakan. Minum 10 ml dua kali sehari. Atau, rebus 10 g biji plum, 10 g biji persik, dan 10 g almond dalam air lalu minum rebusannya.
* Anemia: Anda sebaiknya mengonsumsi lebih banyak buah plum kering atau segar.
* Cedera akibat keseleo dan memar: Rebus 10-15g biji plum dalam air dan minum air rebusannya.
* Penyamaran wajah: Keringkan biji plum, giling hingga menjadi bubuk halus, campur dengan putih telur, dan oleskan secara merata ke wajah; atau hancurkan sejumlah bunga plum dan gosokkan ke wajah.
* Sakit gigi: Rebus 30g akar plum hingga menjadi rebusan yang pekat, lalu berkumurlah dengan rebusan tersebut beberapa kali sehari.
* Untuk mata bengkak dan nyeri disertai selaput: Minum bubuk getah plum kering dua kali sehari, 1 g setiap kali, dengan rebusan biji cassia panggang.
* Gigitan serangga: Cuci biji plum, hancurkan, dan oleskan pasta tersebut pada luka.
* Perawatan kecantikan wajah: Cuci 250g buah plum segar, buang bijinya, hancurkan, dan ambil sarinya. Campurkan sari buah plum dengan 250ml arak beras, simpan dalam wadah tertutup rapat, dan gunakan secara bertahap. Minum 10-20ml dua kali sehari.
Perlu diingat bahwa mengonsumsi terlalu banyak buah plum dapat menghasilkan dahak dan kelembapan, yang membahayakan limpa dan lambung; oleh karena itu, konsumsilah dalam jumlah sedang. Setelah makan buah plum, hindari minum terlalu banyak air karena dapat dengan mudah menyebabkan diare. Jangan mengonsumsi buah plum bersamaan dengan daging burung pipit, daging rusa, telur bebek, atau madu karena dapat membahayakan organ dalam. Biji buah plum memiliki sifat pencahar dan melancarkan peredaran darah, sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan limpa dan lambung yang lemah, mereka yang sering mengalami diare, atau wanita hamil.
Silakan tonton video berikut untuk informasi lebih lanjut:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/mot-so-bai-thuoc-tu-cay-man-169260613164121426.htm







