"Apakah minum terlalu banyak kopi buruk untuk jantung?", "Apakah penderita diabetes boleh minum kopi?", "Apakah wanita hamil sebaiknya menghindari kopi sepenuhnya?" - ini adalah beberapa kekhawatiran dari orang-orang yang mengonsumsi kopi.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian besar di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kopi umumnya menawarkan lebih banyak manfaat daripada kerugian bagi sebagian besar orang dewasa. Namun, tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang; setiap orang berbeda, dan oleh karena itu, cara bijak untuk minum kopi harus disesuaikan dengan kepribadian masing-masing.
1. Apa saja isi secangkir kopi?
Banyak orang mengira kopi hanyalah "air berkafein," tetapi sebenarnya tidak sesederhana itu; kopi mengandung:
Kafein: Hal ini membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, tetapi juga dapat menyebabkan kecemasan dan insomnia.Antioksidan: Seperti asam klorogenik, polifenol membantu melawan peradangan dan bermanfaat bagi pembuluh darah dan hati.
Zat lain dalam kopi yang tidak disaring, seperti cafestol dan kahweol (yang ditemukan dalam kopi seduh, kopi French press, dan beberapa jenis kopi tetes/mesin tanpa filter kertas), dapat meningkatkan kolesterol "jahat" (LDL) dalam darah jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama. Kopi yang disaring biasanya tidak memiliki efek ini karena filter menahan sebagian besar cafestol dan kahweol.
2. Poin-poin "positif" dari kopi

Kopi menawarkan banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan benar.
Membantu mengurangi risiko kematian dan penyakit kardiovaskular.
Sejumlah studi kohort besar telah menunjukkan bahwa orang yang minum kopi dalam jumlah sedang (sekitar 2-4 cangkir per hari) umumnya memiliki risiko kematian akibat semua penyebab dan kematian kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Menariknya, manfaat ini terlihat baik pada kopi biasa, kopi instan, maupun kopi tanpa kafein.
Sebuah studi terbaru juga menunjukkan bahwa minum kopi terutama di pagi hari (alih-alih menyesapnya sepanjang hari) mungkin lebih bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular dan umur panjang. Alasannya mungkin karena minum kopi larut malam, menjelang tidur, dapat mengganggu ritme sirkadian dan menyebabkan insomnia, sehingga "menetralisir" beberapa manfaat kopi.
Mendukung pencegahan diabetes tipe 2.
Kabar baik bagi mereka yang khawatir tentang gula darah: orang yang minum kopi secara teratur, terutama dalam jumlah sedang, cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Hal ini berlaku bahkan untuk kopi tanpa kafein, menunjukkan bahwa antioksidan dan polifenol dalam kopi memainkan peran penting, bukan hanya kafein.
Namun, ini bukan berarti minum kopi untuk menyembuhkan diabetes; melainkan, dalam konteks gaya hidup sehat, secangkir kopi dalam jumlah sedang dapat menjadi tambahan yang positif jika digunakan dengan benar.
Hati dan otak juga mendapat manfaat.
Mengurangi risiko penyakit hati: Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi secara teratur dan dalam jumlah sedang memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terkena sirosis, kanker hati, dan penyakit hati berlemak dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.
Pada penderita penyakit hati kronis, konsumsi kopi dalam jumlah sedang (kecuali jika dikontraindikasikan oleh dokter) dapat membantu memperlambat perkembangan sirosis dan sedikit mengurangi risiko kematian akibat penyakit hati. Namun, kopi bukanlah pengganti obat atau gaya hidup sehat.
Manfaat untuk otak: Bagi otak, kopi dapat membantu Anda tetap waspada dan fokus untuk waktu singkat. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dalam jangka waktu lama, beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi reguler memiliki risiko penyakit Parkinson yang lebih rendah. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko depresi dan penurunan kognitif, meskipun buktinya belum meyakinkan.

Kopi yang manis, lembut, dan aromatik dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
3. Dampak negatif konsumsi kopi berlebihan yang tidak boleh diabaikan.
Kopi tidak selalu bermanfaat. Bagi sebagian orang, hanya mencium aromanya saja dapat menyebabkan kecemasan, jantung berdebar, gelisah, dan tangan gemetar; seteguk saja dapat menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia, terutama di sore atau malam hari; atau dapat menyebabkan sakit perut, ketidaknyamanan, atau refluks asam.
Konsumsi kopi berlebihan meningkatkan risiko serangan jantung: Sebuah meta-analisis baru-baru ini menunjukkan bahwa minum terlalu banyak kopi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, sementara dapat mengurangi risiko stroke dan beberapa aritmia. Ini menunjukkan bahwa kopi mungkin bermanfaat, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan, manfaat dan risikonya saling terkait, terutama pada orang dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya.
Penurunan penyerapan zat besi dari makanan: Kopi mengandung zat-zat tertentu (terutama polifenol seperti asam klorogenik) yang dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan. Oleh karena itu, jika Anda minum kopi selama atau segera setelah makan, jumlah zat besi yang diserap tubuh Anda mungkin akan berkurang secara signifikan, terutama zat besi dari sayuran, kacang-kacangan, atau suplemen zat besi.
Risiko kekurangan kalsium: Saat minum kopi, terutama dalam jumlah besar sepanjang hari, kafein membuat ginjal bekerja lebih keras, menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil. Hal ini mengakibatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urin lebih tinggi dari normal. Jika ini berlanjut, terutama pada orang dengan pola makan yang kekurangan kalsium, hal ini dapat melemahkan tulang seiring waktu. Oleh karena itu, orang yang berisiko osteoporosis atau mereka yang mengonsumsi sedikit susu atau makanan kaya kalsium harus membatasi asupan kopi mereka dan menghindari penggunaannya sebagai pengganti air setiap hari.
Menambahkan gula, susu, dan bahan tambahan: Pada kenyataannya, banyak orang lebih menyukai kopi manis, creamy, dan aromatik daripada kopi hitam. Kopi hitam seringkali ditambahkan banyak gula, susu kental manis, krim, sirup, dan lain-lain. Bahaya dari gula dan lemak jenuh jauh lebih besar daripada manfaat kopi.

Wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari.
4. Siapa yang harus berhati-hati terhadap kopi?
Wanita hamil: Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa asupan kafein yang tinggi selama kehamilan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan keguguran. Oleh karena itu, sebagian besar rekomendasi menyatakan bahwa wanita hamil tidak boleh mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari (setara dengan sekitar satu cangkir kopi besar).Bagi penderita insomnia, kecemasan, refluks asam, atau hipertensi tidak stabil: Jika setelah minum obat Anda mengalami gelisah, detak jantung cepat, kesulitan tidur, atau sensasi terbakar di perut bagian atas, ini merupakan tanda bahwa tubuh Anda tidak cocok dengan dosis atau waktu konsumsi saat ini.
Penderita penyakit kardiovaskular, terutama mereka yang memiliki riwayat serangan jantung atau aritmia, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah kopi yang tepat dan menghindari peningkatan asupan kopi sendiri, dengan anggapan bahwa kopi selalu bermanfaat bagi jantung.
5. Cara menikmati kopi tanpa membahayakan diri sendiri.
Singkatnya, kopi bukanlah musuh kesehatan. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, kopi bukanlah obat, jadi sama sekali tidak boleh digunakan untuk mengobati penyakit jantung, diabetes, atau "mendetoksifikasi hati."
Setiap orang memiliki ambang toleransi kafein yang berbeda; penting untuk menemukan batasan yang cocok untuk Anda. Bersama dengan diet sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan yang baik terhadap kondisi kesehatan yang mendasarinya, secangkir kopi di pagi hari dapat menjadi teman yang menyenangkan dalam hidup kita.
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/mot-tach-ca-phe-them-khoe-hay-them-benh-169260607191259221.htm











