Musim gugur yang ramai untuk memanen "hasil hutan"
Binh Lieu adalah distrik pegunungan di mana 96% penduduknya adalah etnis minoritas. Iklim dan tanah di sini cocok untuk mengembangkan berbagai produk hutan, terutama adas bintang dan kayu manis. Dari Tahun Baru Imlek hingga akhir Maret adalah musim panen adas bintang. Hutan adas bintang yang tinggi dan berbuah lebat, dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi, memberikan pendapatan yang signifikan bagi masyarakat setempat di wilayah pegunungan ini.
Saat April dan Mei tiba, ketika dedaunan musim gugur telah gugur dari ranting, saatnya panen kayu manis. Kayu manis adalah pohon asli yang dibudidayakan oleh masyarakat Binh Lieu, yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari mereka. Di hari yang cerah, semua orang pergi mengupas kulit kayu manis, membawanya pulang, mengikis kulitnya, memotongnya, dan mengeringkannya. Aroma kayu manis yang kuat dan khas menyebar ke seluruh wilayah. Tidak hanya kulitnya yang dipanen, tetapi ranting, akar, dan daunnya juga digunakan untuk menyuling minyak esensial, membuat obat-obatan, dan rempah-rempah. Saat ini, Binh Lieu juga sedang mengembangkan produk minyak esensial dan kantong wangi yang terbuat dari kayu manis.
Di sini, pohon kayu manis telah menjadi bagian yang disayangi dari generasi ke generasi, seperti "sahabat dekat," sebuah "hadiah" dari hutan yang memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan penciptaan kekayaan. Banyak keluarga menganggap kayu manis sebagai "emas hijau" yang berharga, sebuah "harta karun" yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
Ibu La Thi Bang, dari desa Ban Chuong, komune Luc Hon, berbagi cerita dengan wartawan sambil berjalan ke hutan untuk memanen kulit kayu manis bahwa pohon kayu manis dapat dipanen berkali-kali, menjual semuanya mulai dari kulit kayu hingga batang dan daunnya. Saat ini, keluarganya memiliki sekitar 1 hektar hutan kayu manis yang siap panen.
“Rata-rata, satu orang dapat mengupas lebih dari 40 kg kulit kayu manis per hari. Sejak awal musim, keluarga saya telah memanen dan menjual kayu manis senilai hampir 30 juta VND. Pendapatan dari kayu manis membantu saya dan banyak keluarga lain untuk menutupi biaya hidup sehari-hari dan mendukung pendidikan anak-anak kami. Tahun ini, keluarga saya menanam lebih dari 10.000 pohon kayu manis untuk penghijauan kembali daerah tersebut dan meningkatkan pendapatan keluarga kami.”
Perencanaan diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan.
Di komune Huc Dong, sekitar 50% rumah tangga menanam kayu manis dan adas bintang, dengan total luas lahan lebih dari 1.000 hektar. Pendapatan dari hutan ini stabil, dan kayu manis serta adas bintang yang dirawat dengan baik akan menghasilkan produksi yang tinggi. Keluarga Bapak Chiu Tac Lo, di desa Su Cau, komune Huc Dong, memiliki 4 hektar lahan kayu manis dan adas bintang. Pendapatan dari kayu manis dan adas bintang telah membawa efisiensi ekonomi yang tinggi bagi keluarga setiap tahunnya. “Dalam tiga panen kayu manis dan adas bintang terakhir, keluarga saya memperoleh sekitar 500 juta VND. Saya rasa pendapatan dari kayu manis dan adas bintang cukup stabil; jika kita bekerja keras merawatnya, kita akan mencapai hasil panen yang tinggi,” ujar Bapak Lo.
Faktanya, masyarakat di Binh Lieu dapat memperoleh pendapatan ratusan juta VND per hektar, bahkan beberapa keluarga memperoleh miliaran VND per tahun dari kayu manis dan adas bintang. Daerah ini juga berupaya meningkatkan kualitas dan nilai produk kayu manis dan adas bintang melalui pengolahan, branding, dan bertujuan untuk mengembangkan ekowisata dan pariwisata berbasis komunitas.
Menurut laporan dari Dinas Pertanian dan Pembangunan Pedesaan distrik Binh Lieu, luas perkebunan adas manis mencakup lebih dari 8.000 hektar, atau 28,6% dari total luas hutan yang ditanami di distrik tersebut. Rata-rata hasil adas manis kering selama tiga tahun terakhir mencapai lebih dari 800 ton, menghasilkan pendapatan sekitar 120 miliar VND per tahun. Luas perkebunan kayu manis mencakup sekitar 680 hektar, atau 2,2% dari total luas hutan yang ditanami di distrik tersebut. Panen tahunan menghasilkan lebih dari 390 ton kulit kayu manis kering, menghasilkan pendapatan sekitar 39 miliar VND per tahun.
“Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kayu manis dan adas bintang di masa mendatang, Kabupaten Binh Lieu akan memperkuat propaganda, mobilisasi, dan pelatihan tentang transfer pengetahuan ilmiah dan teknis mengenai budidaya intensif pohon adas bintang dan kayu manis secara organik; menarik bisnis untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat, berinvestasi dalam fasilitas pengolahan minyak atsiri untuk meningkatkan nilai produk; dan mengusulkan kepada Dinas Ilmu dan Teknologi untuk melaksanakan tugas membangun indikasi geografis untuk adas bintang Quang Ninh,” tegas Ibu Le Thi Thu Huong, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Binh Lieu.
Sumber: https://baodantoc.vn/mua-hai-loc-rung-1718699990471.htm






Komentar (0)