Mengapa setiap musim semi, hati orang Vietnam yang tinggal di luar negeri merindukan tanah air mereka? Mengapa, selama Tet (Tahun Baru Vietnam), orang Vietnam tidak pernah lupa mengunjungi pemakaman dan makam kakek-nenek dan orang tua mereka, lalu kembali ke kampung halaman untuk menyalakan dupa sebagai tanda syukur? Di udara musim semi yang sejuk dan lembut, bunga-bunga bermekaran, burung-burung berkicau dan saling memanggil… menciptakan suasana yang damai dan indah. Mungkin dalam suasana musim semi yang segar inilah jiwa manusia menjadi lebih tenang, merenungkan masa lalu, merenung, dan mengingat kebaikan yang diterima dari leluhur dan nenek moyang yang membangun negeri ini sejak zaman perintis, menumpahkan keringat, air mata, darah, dan tulang agar bangsa ini dapat selamanya tetap indah dan abadi.
Yang lebih berharga dan akrab lagi adalah kakek-nenek dan orang tua kita, yang melahirkan kita, membesarkan kita, dan mewariskan kepada kita warisan materi dan spiritual yang memungkinkan kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna. Akan menjadi kesalahan besar jika kita melupakan rasa terima kasih yang mendalam kepada guru-guru kita yang telah mencerahkan kita sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dan universitas... Dan akan lebih lalai lagi jika kita melupakan teman-teman yang membantu kita bangkit kembali ketika kita gagal atau tersandung dalam perjalanan menuju kesuksesan dan membangun karier kita… Semua rasa terima kasih ini akan tetap bersama kita sepanjang hidup dan tetap berakar kuat di hati dan pikiran kita. Bagaimana mungkin kita melupakan kasih sayang dan kebaikan yang begitu mendalam!


Budaya rasa syukur dan penghargaan adalah aspek kemanusiaan yang mendalam dalam budaya Vietnam. (Dalam foto: Aktivitas rasa syukur dan penghargaan oleh generasi muda)
Budaya rasa syukur dan penghargaan adalah aspek kemanusiaan yang mendalam dalam budaya Vietnam. Mereka yang tidak bersyukur dan tidak setia tidak akan pernah benar-benar tumbuh menjadi manusia yang baik. Identitas budaya ini selalu terkait erat dengan sejarah pembangunan dan pertahanan bangsa. Dari zaman Raja-raja Hung hingga saat ini, rakyat Vietnam secara bersamaan berjuang untuk bertahan hidup melawan alam dan menanggung ribuan tahun invasi asing.
Jauh di dalam jiwa setiap orang Vietnam terdapat simbol-simbol budaya inti: patriotisme yang membara, kesiapan seluruh bangsa untuk melawan penjajah; solidaritas, cinta, dan berbagi suka duka dengan sesama warga negara; rasa syukur atas masa lalu, perjuangan untuk masa kini, dan visi jangka panjang untuk masa depan. Ini adalah ekspresi cinta dan tanggung jawab antarmanusia yang hidup bersama dalam sebuah komunitas.
Filosofi hidup Vietnam selalu membimbing orang untuk hidup dengan integritas, mengetahui cara mencintai, dan bertanggung jawab. Cinta dan tanggung jawab inilah yang menghangatkan jiwa manusia di masa-masa sulit, membantu orang untuk terus mengembangkan diri, belajar, dan mempraktikkan moralitas agar tidak tersesat oleh godaan hidup, selalu berjuang untuk kebenaran, kejujuran, persahabatan, dan toleransi. Filosofi ini menekankan pemikiran yang sehat, kerja keras, dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan di jalan menuju pengetahuan.
Namun, penting untuk diingat bahwa cinta terbesar dan paling menyeluruh adalah cinta kepada tanah air... Keinginan akan kesehatan yang baik dan kebijaksanaan untuk melindungi tanah air, sekaligus dengan teguh melawan rencana subversif dari kekuatan musuh. Sebagai manusia, kita harus memenuhi kewajiban kemanusiaan kita. Kewajiban sebagai manusia pertama dan terutama adalah kewajiban kepada langit dan bumi. Langit dan bumi seperti ayah dan ibu kita; alam memberi kita kehidupan, menyediakan kita dengan berbagai produk, sumber daya, dan sumber energi kehidupan… Aspek kehidupan manusia yang lebih dekat dan praktis meliputi kewajiban sebagai warga negara kepada tanah air; kewajiban sebagai anak kepada leluhur, kakek-nenek, dan orang tua; kewajiban sebagai pelajar;…
Jelaslah, sejak lahir hingga dewasa, kita menerima berkah yang tak terhitung jumlahnya dari alam dan pelukan kasih sayang umat manusia. Rasa syukur adalah sumber cinta dan tanggung jawab yang telah meresap dalam kesadaran setiap individu. Sumber ini terus mengalir, menghubungkan generasi, individu, dan komunitas, menciptakan kekuatan positif bagi lingkungan hidup, memungkinkan setiap orang untuk hidup bahagia, dan pada akhirnya mencapai nilai-nilai sejati: Kebenaran, Kebaikan, dan Keindahan.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, di mana orang semakin sibuk dan mudah terbawa oleh kekhawatiran dan keinginan pribadi, melestarikan budaya rasa syukur menjadi semakin penting. Rasa syukur tidak boleh terbatas pada ritual formal, tetapi harus diungkapkan melalui kehidupan yang penuh pertimbangan terhadap orang lain dan masyarakat, merenungkan masa lalu, dan menghargai apa yang dimiliki. Rasa syukur ini membantu kita untuk merenung, hidup lebih tenang, dan lebih bertanggung jawab dalam hidup. Ini juga merupakan fondasi bagi keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa dari generasi ke generasi, mencegahnya memudar seiring berjalannya waktu. Aliran rasa syukur ini mengalir selamanya di hati rakyat Vietnam dan setiap individu, berpadu dengan keindahan musim semi untuk menjadikan musim ini semakin bersinar dan bermakna.
Assoc. Prof. Dr. Dang Thi Phuong Phi - Ketua Dewan Direksi Universitas Ekonomi dan Industri Long An
Sumber: https://baotayninh.vn/mua-xuan-with-a-heartfelt-gratitude-137573.html






Komentar (0)