
Menjelang Tết, setiap rumah tangga sibuk menyiapkan kue dan manisan yang lezat. Dapur-dapur dipenuhi api unggun, dan persembahan-persembahan tersebut beraroma nasi ketan yang baru dimasak. Sejak pagi buta di hari pertama Tết, anggota keluarga mengenakan pakaian baru, wajah mereka berseri-seri penuh kegembiraan. Pakaian baru ini dikenakan dengan hati-hati, bukan hanya untuk merayakan Tết, tetapi juga untuk menyambut tahun baru dengan penuh hormat.
Menurut adat kuno, di awal tahun, setiap keluarga menyiapkan kue, selai, dan buah-buahan untuk mengunjungi kakek-nenek dari pihak ayah dan ibu serta kerabat dekat, sebuah praktik yang disebut "berkunjung untuk mengucapkan selamat tahun baru." Seluruh keluarga pergi bersama, kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak berkumpul dalam jumlah besar. Dalam suasana khidmat di altar leluhur, dupa dinyalakan, asapnya menyebar, dan doa-doa dipanjatkan dengan penuh hormat. Ini adalah saat ketika keturunan berpaling kepada leluhur dan asal-usul mereka, berdoa untuk tahun baru yang damai, keluarga yang harmonis, dan bisnis yang makmur.
Pertama dan terpenting, mengucapkan selamat Tahun Baru adalah perayaan awal yang baru. Ini adalah perayaan tahun baru dalam kehidupan setiap orang. Di tengah suasana musim semi, di samping meja teh yang hangat, saat dupa di altar baru saja mereda, kakek-nenek memberikan berkah Tahun Baru kepada cucu-cucu mereka, dan orang tua mengirimkan harapan mereka kepada anak-anak mereka. Amplop merah dipertukarkan dengan kedua tangan, disertai dengan pandangan lembut dan senyum hangat, menyampaikan cinta dan harapan untuk tahun yang damai, makmur, dan beruntung.
Nilai dari memberikan ucapan selamat Tahun Baru tidak terletak pada jumlah uang di dalam amplop merah, tetapi pada makna pemberian hadiah di awal tahun. Amplop merah adalah harapan untuk perdamaian dan keberuntungan, yang dikirim dengan hormat dan kasih sayang. Melalui ini, memberikan ucapan selamat Tahun Baru menjadi cara untuk menghubungkan generasi dalam keluarga, memulai tahun baru dengan sukacita dan kehangatan. Bersama dengan amplop Tahun Baru, terdapat pula nasihat lembut dari kakek-nenek kepada cucu-cucu mereka. Bukan menggurui, bukan keras, hanya pengingat dan dorongan tentang bagaimana menjalani hidup dan bagaimana menjadi orang baik. Dari nasihat-nasihat ini, dan dari teladan mereka yang telah mendahului, anak-anak belajar bagaimana tumbuh dewasa sepenuhnya, tidak hanya dalam hal usia, tetapi juga dalam hal disiplin, karakter, dan tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat.
Saat ini, kebiasaan memberi ucapan selamat Tahun Baru masih dilestarikan, tetapi juga telah mengalami beberapa perubahan yang lebih manusiawi. Di banyak keluarga, ketika anak-anak dan cucu-cucu telah dewasa dan memiliki pekerjaan yang stabil, mereka memberikan ucapan selamat Tahun Baru kepada kakek-nenek dan orang tua mereka. Amplop yang diberikan bukan hanya untuk keberuntungan, tetapi sebagai harapan untuk umur panjang, berharap agar kakek-nenek dan orang tua akan hidup panjang, sehat, dan bahagia dikelilingi oleh anak-anak dan cucu-cucu mereka. Dengan demikian, lingkaran kasih sayang diperluas dari tahun ke tahun.
Mengikuti tradisi memberikan uang keberuntungan, ada ucapan selamat Tahun Baru yang meriah. Semoga Anda selalu sehat, bisnis Anda makmur, keluarga Anda bahagia, dan hasil akademik Anda cemerlang. Ucapan-ucapan ini, yang tampaknya familiar, terasa baru setiap tahun karena membawa keyakinan akan hal-hal baik yang akan datang. Tawa dan ucapan selamat Tahun Baru yang ceria berpadu dengan hiruk pikuk hari pertama tahun ini, membuat rumah terasa lebih hangat.
Kebiasaan mengucapkan selamat tahun baru biasanya dilakukan pada saat pertama tahun baru, ketika hari pertama dimulai. Ini adalah momen sakral, ketika orang-orang untuk sementara mengesampingkan kekhawatiran tahun yang lama dan membuka hati mereka untuk awal yang baru. Pada saat itu, mengucapkan selamat tahun baru adalah cara untuk memberi kasih sayang dan menerima iman serta harapan.
Di tengah kehidupan modern, di mana banyak nilai tradisional berisiko menghilang, kebiasaan memberi ucapan selamat Tahun Baru masih tetap terjaga sebagai benang merah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Meskipun metodenya mungkin berubah, dan amplopnya mungkin lebih sederhana atau lebih rumit, makna intinya tetap utuh: kebersamaan, bakti kepada orang tua, dan harapan akan tahun baru yang damai.
Musim semi telah tiba kembali. Di tengah warna kuning cerah bunga aprikot dan krisan, serta aroma dupa yang masih tercium, kebiasaan memberi ucapan selamat Tahun Baru tetap berlangsung dengan tenang, membentuk jiwa dari Tet Vietnam. Sebuah amplop kecil, sebuah harapan tulus—cukup untuk memulai tahun baru yang penuh kehangatan, kedamaian, dan harapan.
Sumber: https://quangngaitv.vn/mung-tuoi-net-dep-dau-nam-6515233.html







Komentar (0)