Angkatan Darat AS baru saja menandatangani perjanjian untuk membeli setidaknya 3.000 rudal jelajah Barracuda-500M yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Anduril Industries, sebuah langkah yang dipandang sebagai peningkatan signifikan terhadap kemampuan serangan jarak jauhnya dan perluasan persediaan senjatanya untuk mendukung skenario konflik intensitas tinggi di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut informasi yang dirilis pada 15 Mei, kontrak tersebut mencakup lebih dari 60 peluncur dalam kontainer dan proses pengiriman yang berlangsung selama tiga tahun, dimulai pada tahun 2027. Sistem ini dirancang untuk penyebaran cepat dari lokasi yang tersebar, membantu militer AS meningkatkan kemampuan bertahan hidupnya terhadap serangan pendahuluan.

Barracuda-500M adalah rudal jelajah subsonik yang ditenagai oleh mesin turbojet, dengan jangkauan lebih dari 500 mil laut, atau sekitar 926 km. Meskipun hulu ledaknya hanya berbobot sekitar 45 kg, jauh lebih kecil daripada Tomahawk atau JASSM-ER, rudal ini dioptimalkan untuk menghancurkan target bernilai menengah seperti radar pertahanan udara, pos komando lapangan, peluncur rudal bergerak, depot logistik, dan target pesisir.
Fitur unggulan Barracuda-500M terletak pada filosofinya yaitu "senjata berbiaya rendah yang diproduksi dalam jumlah besar." Menurut Anduril, sekitar 70% komponen rudal tersebut menggunakan suku cadang komersial yang mudah didapat, sehingga secara signifikan mengurangi biaya produksi dan mempersingkat waktu perakitan. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa setiap rudal dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 jam dengan jumlah alat perakitan yang minimal.
Militer AS meyakini ini adalah faktor kunci, mengingat kekhawatiran Washington bahwa persenjataan rudal mereka saat ini tidak cukup untuk konflik berkepanjangan dan intensitas tinggi. Sebuah laporan CSIS pernah menyatakan bahwa AS dapat menghabiskan sebagian besar persediaan rudal presisi mereka dalam waktu kurang dari seminggu pertempuran besar.
Selain jangkauannya yang jauh, Barracuda-500M dikerahkan menggunakan peluncur yang ditempatkan dalam kontainer standar berukuran 20 kaki, yang dapat disamarkan dan diangkut melalui sistem logistik konvensional. Setiap kontainer dapat membawa hingga 16 rudal, memungkinkan militer AS untuk dengan cepat menyebarkan daya tembak ke pulau-pulau terdepan atau pangkalan lapangan kecil di Pasifik.
Para ahli percaya bahwa Barracuda-500M akan berperan sebagai perantara antara roket taktis jarak pendek dan rudal jelajah mahal seperti Tomahawk atau LRASM. Dengan biaya yang jauh lebih rendah, AS dapat menggunakan sejumlah besar Barracuda-500M untuk melumpuhkan pertahanan udara musuh atau menyerang beberapa target secara bersamaan.
Bersamaan dengan kontrak Anduril, Pentagon juga menerapkan program untuk membeli lebih dari 10.000 rudal jelajah berbiaya rendah dari berbagai produsen untuk membangun kemampuan perang gesekan skala besar di masa depan.
Langkah baru ini menunjukkan bahwa strategi militer AS bergeser secara signifikan ke arah memprioritaskan senjata yang dapat diproduksi secara massal dengan biaya lebih rendah, daripada sepenuhnya bergantung pada sistem yang mahal tetapi jumlahnya terbatas seperti di masa lalu.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/my-dat-mua-3000-ten-lua-barracuda-500m-gia-re-cho-xung-dot-khu-vuc-post2149100383.html








Komentar (0)