
Kantor Perwakilan Dagang AS mengusulkan pemberlakuan tarif tambahan sebesar 12,5% pada negara-negara yang tidak memiliki mekanisme larangan impor yang memadai. India termasuk di antara 54 negara yang menurut Kantor Perwakilan Dagang AS gagal memberlakukan dan menegakkan larangan impor barang-barang terkait kerja paksa secara efektif, bersama dengan banyak mitra dagang utama AS lainnya seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.
Perlu dicatat, proposal ini muncul pada saat delegasi perdagangan AS, yang dipimpin oleh Asisten Perwakilan Perdagangan Brendan Lynch, bekerja sama dengan India dari tanggal 2 hingga 4 Juni untuk memajukan negosiasi perjanjian perdagangan bilateral. Kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan sebelum AS meninjau tarifnya terhadap beberapa mitra dagang utama.
Sumber: https://quangngaitv.vn/my-de-xuat-ap-thue-bo-sung-doi-voi-hang-hoa-an-do-6520880.html








Komentar (0)