Pada tanggal 1 Juni, menurut The Times of Israel, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan hak Teheran untuk membalas setiap serangan yang menargetkan negara tersebut, termasuk menargetkan pangkalan militer atau aset yang digunakan untuk melawan Iran. Menurut Baghaei, negara-negara di kawasan itu memiliki tanggung jawab untuk tidak membiarkan wilayah mereka menjadi landasan peluncuran operasi militer terhadap Teheran.
Pernyataan ini muncul di tengah kritik dari Uni Eropa (UE) atas serangan yang dituduhkan Barat kepada Iran terhadap Kuwait. Teheran menolak pandangan ini, dengan alasan bahwa mengutuk Iran sambil mengabaikan aktivitas militer AS adalah manifestasi dari "standar ganda" dalam pendekatan terhadap keamanan regional.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa spiral konfrontasi militer antara AS dan Iran berisiko meningkat kembali. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi telah melakukan serangan udara yang menargetkan fasilitas radar dan pusat kendali drone Iran di Goruk dan Pulau Qeshm pada tanggal 30 dan 31 Mei. Washington menyatakan bahwa ini adalah tindakan "pembelaan diri," yang dilakukan setelah Iran menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di perairan internasional. Menurut CENTCOM, serangan udara tersebut menghancurkan sistem pertahanan udara, satu stasiun kendali darat, dan dua drone serang Iran.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan udara yang digunakan AS untuk melakukan operasi militer terhadap wilayah Iran. Meskipun tidak mengungkapkan lokasi spesifiknya secara publik, pernyataan IRGC tersebut muncul hampir bersamaan dengan berita bahwa Kuwait telah mengaktifkan pertahanan udaranya untuk mencegat rudal dan drone.
Menurut beberapa sumber internasional, pangkalan militer AS Ali Al Salem di Kuwait mungkin menjadi target serangan terbaru. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi kali kedua dalam satu minggu fasilitas militer AS di Kuwait menjadi sasaran Iran. Beberapa laporan juga menyebutkan serangan tersebut merusak dua drone MQ-9 Reaper, aset pengintaian dan serangan senilai puluhan juta dolar.
Perkembangan ini mencerminkan kenyataan bahwa gencatan senjata saat ini tidak cukup untuk mengurangi ketegangan antara kedua belah pihak. Sebaliknya, baku tembak skala terbatas justru menciptakan kondisi konfrontasi yang berbahaya, dengan risiko salah perhitungan yang selalu ada.
Yang perlu diperhatikan, aksi militer timbal balik antara AS dan Iran terus berlanjut di samping proses negosiasi yang sudah rapuh, bahkan terhenti. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran benar-benar menginginkan kesepakatan, tetapi negosiasi terhambat oleh perselisihan politik dan ketidaksepakatan mengenai program nuklir Teheran.
Sementara itu, menurut The New York Times dan Axios, Presiden AS Donald Trump telah mengajukan proposal perdamaian baru yang lebih keras kepada Iran dibandingkan versi sebelumnya. Ia diyakini telah mengubah beberapa proposal tersebut, meskipun detail spesifiknya masih belum jelas. Menurut para pejabat AS, Presiden Trump bersikeras menggunakan bahasa yang lebih keras terkait komitmen nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Teheran tidak akan menerima perjanjian apa pun kecuali kepentingan intinya sepenuhnya dijamin. Hal ini dipandang sebagai pesan yang menunjukkan bahwa Iran belum siap untuk mengalah pada tuntutan yang lebih keras dari Washington, khususnya mengenai masalah nuklir dan kendali atas jalur pelayaran strategis Hormuz.
Para pengamat percaya bahwa kesenjangan antara kedua negara masih sangat besar. Sementara AS menginginkan komitmen yang lebih ketat terkait program nuklir Iran dan jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, Teheran menuntut pembebasan aset yang dibekukan, pencabutan tekanan ekonomi, dan penghormatan terhadap haknya untuk mengembangkan senjata nuklir untuk tujuan damai.
Di tengah negosiasi yang sulit, serangan udara, serangan rudal, dan aktivitas militer yang terus berlanjut oleh pasukan terkait semakin memperburuk prospek tercapainya kesepakatan komprehensif antara Washington dan Teheran.
Sumber: https://baolangson.vn/my-iran-dam-phan-kho-khan-giua-nhung-cang-thang-5094175.html







Komentar (0)