
(Foto: AP)
Oleh karena itu, AS dan Iran telah sepakat untuk mempertahankan dialog dan membangun mekanisme komunikasi untuk mendorong implementasi perjanjian yang telah dicapai.
Menurut pernyataan dari Qatar dan Pakistan, dua negara mediator, negosiasi antara AS dan Iran telah mencapai "kemajuan positif" dalam implementasi Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada bulan Juni. Kedua pihak juga sepakat untuk membangun saluran komunikasi mulai 3 Juli untuk membahas setiap masalah yang muncul selama implementasi perjanjian tersebut.
Pembicaraan tersebut juga membahas pencairan sekitar 6 miliar dolar AS aset Iran yang dibekukan di luar negeri untuk membiayai impor barang-barang kebutuhan pokok.
Dalam sebuah wawancara pada tanggal 2 Juli, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa Iran akan membeli produk pertanian Amerika jika kedua pihak mencapai kesepakatan damai. Namun, Iran kemudian membantah bahwa mereka berkewajiban untuk membeli produk pertanian Amerika.
Presiden Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai hampir semua tujuannya dalam negosiasi dengan Iran. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan: “Negosiasi masih berlangsung. Saya pikir Iran akan menyetujui hampir semua tuntutan kami.”

Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)
Namun, ia bersikeras bahwa ia tidak berniat membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran. Menurut Trump, AS telah terlibat dalam banyak perang panjang di masa lalu, tetapi situasi saat ini dengan Iran sama sekali berbeda.
Pemimpin Gedung Putih menegaskan kembali bahwa AS tidak berupaya melakukan perubahan rezim di Iran. Menurut Presiden AS, prioritas utama tetaplah mencegah Teheran mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. Pada saat yang sama, Trump membela operasi militer baru-baru ini terhadap Iran, menyatakan bahwa serangan udara AS telah menghasilkan "kekalahan militer total" bagi negara tersebut, setelah berbulan-bulan ketegangan meningkat di kawasan itu.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Banyak kota besar di negara itu, termasuk ibu kota Teheran, menjadi sasaran serangan udara. Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan balasan skala besar terhadap Israel. Pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, Irak, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi juga diserang.
Menurut pernyataan bersama dari Qatar dan Pakistan setelah putaran pertama pembicaraan, pertemuan antara perwakilan AS dan Iran berlangsung dalam suasana yang positif dan konstruktif. Kedua belah pihak mencapai hasil yang menggembirakan dan meletakkan dasar untuk konsultasi teknis di masa mendatang.
Sumber: https://vtv.vn/my-iran-dat-tien-trien-trong-dam-phan-100260703133701271.htm







