![]() |
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz. Foto: Reuters . |
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan udara tersebut dilakukan sebagai "pembelaan diri" untuk "melindungi pasukan AS dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran."
Menurut pernyataan dari juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, target yang diserang termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau.
"Komando Pusat akan terus melindungi pasukan AS sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," tegas Hawkins.
Menurut NBC News , serangan tersebut dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan di Iran selatan, dekat Selat Hormuz, tempat pangkalan angkatan laut utama Iran berada.
Belum ada pengumuman terkait perubahan apa pun terhadap perjanjian gencatan senjata sementara antara AS dan Iran, yang mulai berlaku pada tanggal 8 April.
Sebelumnya, media Iran melaporkan mendengar ledakan di Bandar Abbas dan daerah pesisir dekat Selat Hormuz. Kantor berita Iran, Mehr , melaporkan bahwa situasi di Bandar Abbas terkendali dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pada tanggal 25 Mei, sumber-sumber juga mengindikasikan bahwa Washington dan Teheran melanjutkan diskusi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.
Kemudian pada hari itu, Presiden AS Donald Trump juga mengeluarkan tuntutan terkait uranium yang diperkaya milik Iran, menyatakan bahwa material tersebut "harus segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dipulangkan dan dimusnahkan, atau dimusnahkan di tempat di hadapan Badan Energi Atom Internasional atau yang setara."
Menurut sumber, Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan Iran tetap diblokade, situasi di Selat Hormuz belum berubah secara signifikan, dan gangguan terhadap aktivitas maritim terus berlanjut.
Sumber: https://znews.vn/my-mo-lai-dot-khong-kich-moi-o-mien-nam-iran-post1654149.html








Komentar (0)