Dalam bekerja sama dengan Komite Penyelenggara Pusat untuk mencari solusi guna meningkatkan kualitas pejabat akar rumput, Sekretaris Jenderal To Lam menekankan perlunya standardisasi "profil pejabat akar rumput" sesuai dengan fungsi baru pemerintahan lokal dua tingkat.
Solusi mendasar adalah mendefinisikan ulang standar bagi pejabat tingkat akar rumput sesuai dengan persyaratan tugas yang baru, sekaligus mengembangkan kerangka kompetensi berdasarkan posisi pekerjaan. Setiap provinsi dan kota membutuhkan kerangka standar terpadu untuk kelompok posisi di tingkat komune dan kelurahan, beserta lampiran kompetensi yang diprioritaskan untuk wilayah geografis tertentu.

Sekretaris Jenderal To Lam menyampaikan pidato arahan pada sesi kerja dengan Komite Penyelenggara Pusat.
Foto: VNA
Penempatan personel harus berpegang pada prinsip "orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat di lokasi yang tepat"; tinjau pengaturan kepegawaian setelah reorganisasi unit administrasi, atasi fungsi yang tumpang tindih atau kelebihan personel yang sudah dikenal tetapi kekurangan personel baru; terapkan masa percobaan terbatas waktu untuk posisi kunci, tingkatkan rotasi horizontal, rotasi terarah, dan tugaskan personel sesuai dengan karakteristik lokal.
Selain itu, perlu dilakukan inovasi dalam pelatihan kader, dengan menghubungkannya dengan pengalaman praktis dan memberikan bimbingan dari kader berpengalaman kepada kaum muda; menciptakan motivasi bagi kader akar rumput untuk berani berpikir, berani bertindak, dan berani bertanggung jawab; mendorong dan melindungi kader yang dinamis dan kreatif untuk kepentingan bersama; dan pada saat yang sama membedakan secara jelas antara kreativitas yang sesuai dengan peraturan dan kreativitas yang ceroboh, jalan pintas, atau mengeksploitasi pelanggaran atau keuntungan pribadi.
Sekretaris Jenderal juga menyerukan percepatan transformasi digital dalam manajemen personalia dan pelaksanaan pelayanan publik sehari-hari untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan transparansi, dan memperbaiki interoperabilitas. "Agar usaha-usaha besar berhasil, kita harus mulai dengan membangun tim pejabat yang tepat, terutama di tingkat akar rumput, tempat kebijakan bertemu dengan kehidupan nyata. Melakukan pekerjaan yang baik dalam manajemen personalia di tingkat akar rumput sangat penting untuk memperkuat fondasi operasional bangsa dalam tahap pembangunan baru ini," tegas Sekretaris Jenderal.
Mendeteksi risiko sebelum menjadi pelanggaran.
Pada sore hari tanggal 5 Maret, dalam pertemuan dengan Komite Inspeksi Pusat, Sekretaris Jenderal sangat mengapresiasi penelitian dan pengembangan yang cepat dari Komite terhadap tiga usulan yang akan diajukan kepada Sidang Pleno ke-2 Komite Sentral ke-14, termasuk: Peraturan Kerja Komite Inspeksi Pusat ke-14; Laporan yang merangkum 20 tahun pelaksanaan Resolusi No. 14-NQ/TW tanggal 30 Juli 2007, tentang penguatan pekerjaan inspeksi dan pengawasan Partai; dan rancangan Peraturan yang menggantikan Peraturan No. 296-QĐ/TW tanggal 30 Mei 2025, dari Komite Sentral tentang inspeksi, pengawasan, dan disiplin Partai.
Mengenai isu-isu spesifik, Sekretaris Jenderal mengusulkan untuk menggeser pekerjaan inspeksi dan pengawasan secara signifikan ke arah tujuan pencegahan dini dan proaktif; mengendalikan kekuasaan selama proses operasional; dan mendeteksi risiko sebelum pelanggaran terjadi. Beliau juga menyerukan perluasan pengawasan untuk memastikan bahwa semua pedoman, kebijakan, dan arahan Partai diimplementasikan secara serius dan efektif.
Sekretaris Jenderal menekankan perlunya memperjelas tanggung jawab komite Partai, organisasi Partai, dan cabang serta anggota Partai dalam pekerjaan inspeksi, pengawasan, dan penegakan disiplin Partai, untuk mencegah pelanggaran menumpuk menjadi pelanggaran besar. Beliau menekankan pentingnya menangani pelanggaran secara tegas tanpa pengecualian atau zona terlarang; namun, beliau juga menekankan perlunya melindungi mereka yang berani berinovasi, berani membuat terobosan, dan berani bertanggung jawab atas kepentingan bersama, untuk mencegah terciptanya mentalitas "keamanan pertama" yang menghambat pengambilan keputusan dan tindakan, sehingga memperlambat pembangunan negara.
Pada saat yang sama, kita harus meningkatkan mekanisme pengendalian kekuasaan dalam proses inspeksi dan pengawasan, memastikan bahwa semua kegiatan inspeksi bersifat objektif, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku.
Selain itu, perlu terus meningkatkan kerja inspeksi Partai terkait dengan kegiatan inspeksi, audit, investigasi, penuntutan, dan pengadilan Negara; untuk mencegah situasi di mana kesimpulan telah dicapai tetapi tindakan korektif lambat dilakukan, atau hanya bersifat dangkal; dan untuk memperkuat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta transformasi digital dalam pekerjaan inspeksi dan pengawasan.
Sumber: https://thanhnien.vn/nang-cao-chat-luong-can-bo-co-so-185260305221843415.htm






Komentar (0)