![]() |
| Foto: GC |
Sinar matahari Januari – tidak menyilaukan atau mencolok, tetapi dengan tenang membawa aroma bumi dan langit, membelai tunas hijau lembut yang masih malu-malu bertunas. Dalam keheningan pagi hari, seseorang seolah mendengar segala sesuatu bergerak dan terbangun dengan setiap irama energi matahari yang bersemangat. Di suatu tempat di dahan-dahan, tetesan embun yang tersisa menangkap cahaya, menjadi berkilauan dan jernih, seperti mata polos seorang anak yang menatap dunia. Matahari Januari yang lembut bagaikan pita sutra tipis yang berkibar tertiup angin, perlahan turun ke dunia dalam rona keemasan yang murni. Dalam kehangatan lembut itu, seseorang menemukan suasana yang halus dan puitis, di mana romansa terjalin dengan setiap napas alam untuk menenun penampilan yang murni dan bersemangat. Berdiri di tengah alam pada saat ini, seseorang tiba-tiba merasakan kehidupan melambat, semua kebisingan di luar surut, memberi jalan kepada ruang damai yang diam-diam mengelilingi mereka. Tidak ada momen yang lebih damai daripada sore musim semi yang santai, ketika Anda perlahan menyeduh secangkir teh yang lezat, menyiapkan papan catur atau Go kesayangan Anda, dan duduk di beranda bersama seorang teman dekat, membiarkan sinar matahari memenuhi udara sambil berbagi cerita yang menyentuh hati.
Sinar matahari bulan Januari tidak hanya hinggap di ranting dan dedaunan, tetapi juga berseri-seri di mata lelah ibuku. Baginya, sinar matahari adalah sumber kehidupan, saat tanaman dengan hati-hati mengumpulkan sari bumi dan langit, menunggu hari untuk mekar. Hanya dengan memandang matahari, kita melihat di depan mata kita ladang-ladang dalam masa puncaknya, penuh dengan tunas baru, kebun ibuku yang penuh dengan warna bunga terong, dan ladang kentang hijau yang subur. Cahaya itu seperti janji manis dari alam, menyalakan harapan akan panen yang melimpah. Sinar matahari bulan Januari harum di bunga-bunga yang baru mekar, harum dengan harapan untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang belum terpenuhi di tahun lalu.
Kita telah mengalami banyak musim cerah di bulan Januari. Bagiku, matahari Januari adalah warna masa muda, vitalitas, dan aspirasi yang membara. Warna yang akrab namun tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hadir namun sulit dipahami. Dan setiap kali aku memikirkan matahari Januari, aku merasa seolah-olah mendengar gejolak tanah kelahiranku…
NGOC LINH
Sumber: https://baokhanhhoa.vn/van-hoa/202602/nang-thang-gieng-7936355/








Komentar (0)