![]() |
| Masyarakat Dao Quan Chet di dusun Tan Lap, bersama dengan wisatawan internasional, berkesempatan membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam) – sebuah cara untuk melestarikan dan menyebarkan identitas budaya mereka. |
Melestarikan tradisi dan adat istiadat keluarga.
Di dusun Tan Lap, lebih dari 90% rumah tangga dihuni oleh suku Dao Quan Chet. Bagi suku Dao Quan Chet, Tahun Baru Imlek adalah momen sakral untuk mengenang leluhur, memperkuat ikatan keluarga, dan memupuk semangat kebersamaan. Selama Tahun Baru Imlek, mereka menyiapkan hidangan yang lebih mewah dari biasanya, dengan banh chung (kue beras tradisional Vietnam) menjadi pusat perhatian di meja makan.
Bahan-bahan utama untuk kue beras sebagian besar diproduksi sendiri oleh penduduk setempat: beras ketan dari panen akhir tahun, kacang hijau yang ditanam di kebun mereka, dan daging babi dari babi yang dipelihara di rumah. Proses membungkus dan merebus kue berlangsung selama berjam-jam, menjadi kesempatan bagi anggota keluarga untuk berkumpul di sekitar api unggun, mengenang masa lalu, dan berbagi rencana mereka untuk tahun baru.
Ibu Trieu Minh Loan, anggota klub pelestarian budaya kelompok etnis Dao Quan Chet di dusun Tan Lap, mengatakan: "Kami selalu mengingatkan anak-anak dan cucu-cucu kami bahwa membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam) bukan hanya untuk Tết (Tahun Baru Imlek) tetapi juga untuk mengingat akar budaya kami. Ketika anak-anak membuat kue sendiri dan mendengar tentang makna setiap adat dan tradisi, hal itu akan secara alami dilanjutkan. Mempertahankan adat istiadat Tết tidak hanya memperkuat ikatan keluarga tetapi juga berkontribusi pada pelestarian identitas budaya dalam kehidupan masyarakat."
Selain kuliner tradisional, lagu-lagu rakyat merupakan nilai unik dari masyarakat Dao Quan Chet di Tan Lap. Melodi-melodi sederhana dan menyentuh hati ini sering terdengar selama festival musim semi, perayaan, dan pertemuan budaya.
Klub Pelestarian Identitas Etnis Dao Quan Chet mengadakan pertemuan rutin di pusat kebudayaan desa. Di sini, anggota yang lebih tua secara langsung mengajarkan melodi tradisional, membimbing generasi muda tentang cara mengenakan pakaian tradisional, dan menjelaskan makna dari pola-pola tersebut.
![]() |
| Jenna (di sebelah kiri), seorang turis dari Filipina, menikmati mencicipi banh chung (kue beras ketan Vietnam) dan mendengarkan cerita tentang adat istiadat masyarakat Dao Quan Chet. |
Bapak Trieu Van Vien, ketua klub tersebut, menyampaikan: "Melestarikan identitas budaya bukan hanya untuk beberapa hari selama Tet (Tahun Baru Imlek), tetapi harus dijaga secara teratur. Ketika generasi muda memahami dan bangga dengan lagu dan pakaian adat mereka, identitas budaya akan terpelihara secara berkelanjutan."
Faktanya, semakin banyak anak muda di lingkungan tersebut yang berpartisipasi dalam kegiatan klub. Mereka tidak hanya belajar bernyanyi tetapi juga belajar tentang adat istiadat dan cara menyulam pakaian tradisional. Keaktifan generasi muda merupakan fondasi penting untuk pelestarian budaya jangka panjang.
Pelestarian budaya beriringan dengan pengembangan pariwisata .
Tidak hanya dilestarikan di dalam komunitas, ciri khas budaya masyarakat Dao Quan Chet di Tan Lap juga mulai menarik wisatawan. Melalui kegiatan pengalaman seperti membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam), mendengarkan lagu-lagu rakyat, dan mempelajari kehidupan sehari-hari, desa ini telah menyambut sejumlah wisatawan domestik dan internasional.
![]() |
| Perapian yang menyala di setiap rumah masih memainkan peran sentral selama pertemuan keluarga. |
Jenna, seorang turis dari Filipina yang berkesempatan merasakan Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) bersama penduduk Tan Lap, berbagi bahwa ia sangat terkesan dengan suasana berkumpul di sekitar api unggun. “Di tanah air saya, kami juga memiliki kue beras tradisional selama festival, tetapi ketika saya sendiri membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) bersama penduduk setempat di sini, saya benar-benar merasakan ikatan keluarga dan rasa hormat kepada leluhur kami. Itu adalah pengalaman yang sangat menghangatkan hati,” kata Jenna.
Umpan balik positif dari wisatawan menunjukkan potensi pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang terkait dengan pelestarian budaya di daerah tersebut. Namun, menurut pihak berwenang setempat, pengembangan pariwisata perlu dilakukan dengan hati-hati, memastikan pelestarian nilai-nilai tradisional dan menghindari komersialisasi.
Dari perapian saat Tết (Tahun Baru Imlek) hingga sesi nyanyian rakyat rutin, masyarakat Dao Quan Chet di Tan Lap dengan tenang melestarikan esensi budaya kelompok etnis mereka. Ini bukan hanya kisah satu desa, tetapi juga bukti upaya untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya kelompok etnis di provinsi tersebut.
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202602/giu-hon-xuan-noi-ban-dao-5bc2e5a/










Komentar (0)