Pasukan Rusia melakukan serangan rudal dan drone skala besar yang menargetkan sasaran terkait militer di Ukraina. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan ini "sebagai tanggapan terhadap serangan teroris oleh Kyiv."
Secara spesifik, serangan tadi malam dilaporkan berfokus pada fasilitas industri pertahanan di ibu kota Kyiv, sebagian wilayah Zaporizhzhia dan Kherson yang masih berada di bawah kendali Ukraina, serta di wilayah Dnepropetrovsk, Poltava, Khmelnitsky, dan Sumy, kata kementerian tersebut.

Sebuah jet tempur MiG-31 Rusia membawa rudal hipersonik Kinzhal. (Foto: Sputnik)
Infrastruktur bahan bakar dan transportasi yang digunakan oleh pasukan Ukraina serta lapangan terbang militer juga diserang, tambah kementerian tersebut. Senjata presisi di darat dan di laut, termasuk rudal hipersonik dan drone, dikerahkan dalam serangan itu.
"Tujuan serangan telah tercapai," tegas kementerian tersebut.
Sejumlah video diunggah di media sosial, yang diduga menunjukkan ledakan di berbagai wilayah Ukraina. Walikota Kyiv, Vitaly Klitschko, mengkonfirmasi pemadaman listrik lokal di beberapa distrik ibu kota selama serangan udara tersebut.
Sebelumnya, Moskow memperingatkan akan melakukan serangan sistematis dan konsisten terhadap infrastruktur militer Ukraina, termasuk fasilitas pembuatan drone, pusat komando, dan "pusat pengambilan keputusan," sebagai balasan atas "serangan teroris" di Lugansk pada 22 Mei.
Menurut laporan, pasukan Ukraina diduga menyerang asrama universitas di kota Starobelsk dengan beberapa serangan pesawat tak berawak pada larut malam saat para mahasiswa sedang tidur, menewaskan 21 orang, sebagian besar gadis remaja, dan melukai 70 lainnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan pada hari Senin bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi "hukuman yang pantas dan tak terhindarkan."
Serangan-serangan itu terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung dan masih menemui jalan buntu.
Sumber: https://vtcnews.vn/nga-cong-bo-cac-muc-tieu-tan-cong-dap-tra-kiev-ar1021488.html








Komentar (0)