|
| Para turis mengambil foto di kebun buah persik. |
Hingga saat ini, area yang ditanami pohon persik di dua komune Ngan Son dan Na Phac telah meluas hingga sekitar 30 hektar, terkonsentrasi di lereng bukit di sepanjang Jalan Raya Nasional 3. Perluasan budidaya pohon persik ini menunjukkan investasi masyarakat dan komitmen mereka terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan, yang dipadukan dengan pariwisata berbasis pengalaman.
Ibu Dang Thi Mui, desa Deo Gio, komune Ngan Son: Pohon persik cocok untuk kondisi tanah dan iklim setempat, mudah dirawat, dan memberikan nilai ekonomi yang stabil. Berkat budidaya pohon persik, keluarga saya memiliki sumber pendapatan tambahan, sekaligus berkontribusi dalam melestarikan lanskap dan identitas tanah air kami.
Dari pengalaman ini, pohon persik semakin mengukuhkan posisinya dalam kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat Ngan Son, menjadi arah pembangunan yang terkait dengan pariwisata lokal. Buah persik dan bunga persik dianggap sebagai produk khas, yang terkait erat dengan kondisi tanah dan iklim unik di wilayah ini. Keindahan bunga persik Ngan Son yang sederhana dan alami meninggalkan kesan mendalam di hati penduduk setempat dan wisatawan.
![]() |
| Kebun buah persik adalah tempat yang ideal bagi anak-anak untuk merasakan dan menikmati kemeriahan musim semi. |
Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan mempromosikan nilai produk pertanian dan identitas budaya, daerah tersebut telah menyelenggarakan festival bunga persik di awal musim semi, yang menarik banyak orang dan wisatawan. Festival ini berkontribusi untuk menghormati keindahan bunga persik, sekaligus mempromosikan produk khas seperti buah kesemek, sehingga meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.
Tahun ini, Festival Bunga Persik Musim Semi Ngan Son 2026 (Tahun Kuda) terus dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang kaya dan bermakna. Sesuai rencana, kontes bunga persik akan diadakan pada tanggal 24 bulan ke-12 kalender lunar, dengan partisipasi lebih dari 30 desa dan kawasan pemukiman, beserta instansi, unit, dan bisnis di komune dan beberapa daerah tetangga.
Tim-tim yang berkompetisi memilih pohon bunga persik terindah untuk berpartisipasi dalam kontes, berkontribusi dalam menghormati keindahan alam dan unik bunga persik Ngan Son serta menciptakan suasana kegembiraan untuk menyambut musim semi yang baru.
Menurut para pemimpin komune, pelestarian dan pengembangan pohon bunga persik bertujuan untuk menciptakan pemandangan indah selama Tahun Baru Imlek dan musim semi, sekaligus mengekspresikan keinginan untuk melestarikan nilai-nilai budaya tradisional dan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air. Bunga persik diharapkan menjadi daya tarik budaya dan pariwisata, berkontribusi dalam mempromosikan citra Ngan Son dan mendorong pembangunan ekonomi yang terkait dengan identitas lokal di masa depan.
![]() |
| Bunga-bunga berwarna merah muda menghiasi lereng bukit di komune Ngan Son. |
Festival Bunga Persik Ngan Son merupakan kesempatan bagi warga lokal dan wisatawan untuk mengagumi keindahan bunga persik di awal musim semi, sekaligus menjadi acara budaya komunitas yang bermakna. Melalui kegiatan pengalaman, permainan tradisional, pertukaran budaya, dan pengenalan kuliner tradisional, festival ini berkontribusi dalam melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai budaya unik daerah tersebut, serta mempromosikan citra masyarakat dan tanah Ngan Son kepada pengunjung dari dekat dan jauh.
Dengan upaya bersama pemerintah dan masyarakat, Festival Bunga Persik semakin diselenggarakan secara profesional, menjanjikan untuk menjadi acara budaya tahunan dengan ciri khasnya sendiri, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan di daerah tersebut. Ini juga merupakan prasyarat penting bagi Ngan Son untuk terus menarik perhatian dan investasi, serta secara bertahap meningkatkan kehidupan spiritual dan material masyarakat.
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/du-lich-thai-nguyen/202602/ngan-son-khoe-sac-dao-tham-f0c503b/









Komentar (0)