![]() |
Sebuah statistik klasik dalam ilmu saraf menunjukkan bahwa, rata-rata, seorang anak tertawa sekitar 300-400 kali sehari, sedangkan orang dewasa hanya tertawa sekitar 15-20 kali sehari. (Ilustrasi: Thuan Thang) |
Anak-anak dan orang dewasa mengalami dunia dan menjalani hidup mereka dengan cara yang berbeda. Cara anak-anak berinteraksi, memahami lingkungan sekitar, berpikir, merasa, dan memproses informasi menawarkan banyak pelajaran yang dapat membantu orang dewasa hidup lebih damai, bahagia, dan bermakna.
Toleran dan pemaaf, cepat melupakan konflik.
Anak-anak kecil mungkin bertengkar dan menangis memperebutkan mainan, tetapi setelah hanya beberapa menit, mereka akan bermain bersama lagi. Psikolog perkembangan berpendapat bahwa anak-anak, terutama pada tahap awal kehidupan, cenderung memprioritaskan hubungan sosial daripada emosi negatif yang berkepanjangan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Early Education and Development tentang perilaku konflik pada anak prasekolah menunjukkan bahwa anak-anak cenderung menggunakan perilaku damai seperti meminta maaf, berkompromi, dan terus berinteraksi setelah konflik, terutama ketika konflik tersebut melibatkan teman dekat.
Menurut Nature, sebuah ulasan dalam Neuropsychopharmacology menunjukkan bahwa dari perspektif neurologis, kemampuan untuk menyimpulkan motif, menghitung keuntungan dan kerugian, atau menyimpan dendam yang kompleks pada orang dewasa terkait dengan perkembangan korteks prefrontal yang kuat. Hal ini membantu kita menjadi lebih dewasa tetapi terkadang juga membuat pengampunan menjadi lebih sulit.
Hiduplah sepenuhnya di saat ini.
Menurut jurnal PsychCentral, anak-anak, terutama anak-anak kecil, sering kali hidup sepenuhnya di saat ini. Pikiran, perhatian, dan energi mereka terfokus pada apa yang terjadi saat ini. Ini adalah keterampilan hidup yang sangat berharga.
![]() |
Anak-anak selalu hidup sepenuhnya di saat ini. Foto: Freepik. |
Sebuah studi oleh psikolog ternama Matthew Killingsworth dan Daniel Gilbert (Universitas Harvard), yang diterbitkan di PubMed, menunjukkan bahwa orang menghabiskan hampir setengah dari waktu bangun mereka untuk berpikir tanpa tujuan alih-alih fokus pada saat ini. Menariknya, periode berpikir yang berlebihan dan kompleks sering disertai dengan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah.
Apa yang anak-anak ingatkan kepada orang dewasa adalah bahwa kebahagiaan sering kali terletak pada momen saat ini, bukan di masa lalu atau masa depan.
Cinta tanpa syarat
Terlepas dari apa yang mereka alami, anak-anak tetap mampu mencintai orang-orang dalam hidup mereka tanpa syarat. Anak-anak hampir selalu ingin bersama orang tua mereka, bahkan jika terkadang mereka merasa kecewa atau marah kepada mereka. Hal ini tetap berlaku meskipun kata-kata atau tindakan mereka menunjukkan sebaliknya.
Anak-anak umumnya pemaaf terhadap kesalahan orang lain. Kepribadian bawaan dan pengalaman hidup mereka memengaruhi tingkat kepedulian, perhatian, dan empati mereka. Namun, secara umum, ketika anak-anak menyayangi seseorang, mereka akan terus menyayangi orang tersebut bahkan ketika hubungan sedang tegang.
Penasaran, selalu mengajukan pertanyaan.
Salah satu perbedaan terbesar antara anak-anak dan orang dewasa adalah anak-anak hampir selalu mengajukan pertanyaan. Dan itu adalah hal yang baik. Menurut ilmuwan dan peneliti kognitif Universitas Harvard, Elizabeth Bonawitz, rasa ingin tahu adalah naluri yang ada pada semua manusia—perasaan yang mirip dengan rasa lapar atau haus.
Dalam psikologi, rasa ingin tahu dianggap sebagai motivator alami untuk belajar, keinginan untuk belajar, dan kesiapan untuk tumbuh, berubah, dan meningkatkan diri. Orang yang mempertahankan rasa ingin tahu cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi, lebih mudah beradaptasi dengan perubahan, dan lebih jarang merasa bosan.
Sebagai orang dewasa, banyak orang tidak kekurangan pengetahuan, tetapi mereka kurang memiliki keinginan untuk mengeksplorasi hal-hal baru.
Lihatlah dunia dari sudut pandang yang baru.
Anak-anak sering kali terkejut oleh hal-hal yang dianggap normal oleh orang dewasa, seperti daun yang jatuh, suara hujan, atau awan yang berbentuk aneh. Mereka sangat berpikiran terbuka. Kemampuan untuk terkejut oleh hal-hal biasa ini membuat hidup mereka penuh dengan pengalaman baru.
![]() |
Tawa polos anak-anak adalah pelajaran berharga bagi orang dewasa. Foto: Shutterstock. |
Dalam banyak kasus, terutama pada anak-anak kecil, mereka mudah menerima orang lain, mendengarkan sudut pandang yang berbeda, dan bersedia mempertimbangkan pendekatan baru. Beberapa anak memiliki kecenderungan alami untuk mengeksplorasi ide-ide baru, sementara yang lain merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang sudah familiar. Namun, secara umum, anak-anak sangat mudah menerima hal-hal baru.
Ini bisa menjadi kualitas positif. Alih-alih menjauhi hal-hal baru, anak-anak bersedia belajar dan mendengarkan orang lain, selama mereka tidak merasa terancam atau defensif.
Lebih seringlah tersenyum
Tertawa bukan hanya reaksi terhadap humor, tetapi juga alat untuk menjalin hubungan sosial. Sebuah studi neurosains tahun 2026 yang diterbitkan di Frontiers in Neuroscience menunjukkan bahwa ketika orang tertawa bersama, aktivitas otak mereka cenderung menjadi lebih sinkron. Fenomena ini dikaitkan dengan perasaan kedekatan, kepercayaan, dan koneksi.
Anak-anak seringkali lebih banyak tertawa daripada orang dewasa, bukan karena kehidupan mereka lebih mudah, tetapi karena mereka riang dan kurang terikat oleh norma-norma sosial yang kompleks. Di sisi lain, orang dewasa terkadang terlalu sibuk atau terlalu pendiam untuk membiarkan diri mereka menikmati kesenangan-kesenangan kecil ini.
Sumber: https://znews.vn/ngay-quoc-te-thieu-nhi-16-bai-hoc-hanh-phuc-nguoi-lon-can-hoc-lai-tu-tre-con-post1655853.html










Komentar (0)