Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Resolusi 09 dan rekonstruksi tata ruang perkotaan Kota Ho Chi Minh.

Resolusi 09-NQ/TW tidak hanya bertujuan menjadikan Kota Ho Chi Minh sebagai pusat ekonomi, keuangan, dan inovasi di kawasan ini, tetapi juga membuka jalan bagi perlunya restrukturisasi model pembangunan perkotaan.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng26/05/2026

Dalam visi tersebut, sistem metro menjadi poros pembangunan strategis, fondasi untuk menata ulang ruang kota, meningkatkan daya saing, dan memperbaiki kualitas hidup warga.

Metro M1 SG- Suối Tiên_16.jpeg
Kereta Metro Jalur 1 Ben Thanh - Suoi Tien. Foto: HOANG HUNG

Selama bertahun-tahun, Kota Ho Chi Minh terutama berkembang menurut model perluasan ruang kota secara horizontal. Penduduk bermigrasi ke pinggiran kota, sementara pusat kota mengalami pertumbuhan pesat kawasan perumahan, gedung-gedung tinggi, dan pusat komersial, melampaui perkembangan sistem transportasi umum.

Ketidakseimbangan ini telah menyebabkan kota tersebut semakin bergantung pada kendaraan pribadi, yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas, polusi lingkungan, dan infrastruktur yang kelebihan beban.

Di kota metropolitan dengan populasi besar, ketergantungan utama pada kendaraan pribadi untuk transportasi berarti menimbulkan biaya sosial yang sangat besar: waktu perjalanan yang lebih lama, penurunan produktivitas kerja, peningkatan stres psikologis, penurunan kualitas lingkungan, dan dampak negatif pada kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, ini bukan hanya masalah lalu lintas, tetapi juga masalah daya saing dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh kota.

Metro lebih dari sekadar solusi untuk kemacetan lalu lintas.

Dengan Resolusi 09, untuk pertama kalinya, sistem metro ditempatkan dalam strategi keseluruhan restrukturisasi ruang kota, pengembangan ekonomi hijau, kota pintar, dan peningkatan kualitas hidup warga.

Secara spesifik, kota tersebut diharuskan untuk mengembangkan rencana jangka panjang yang mencakup 100 tahun, mengikuti model multipolar, multi-pusat dengan keterkaitan, yang menghubungkan model pengembangan perkotaan dengan transportasi publik (TOD).

Secara khusus, resolusi tersebut menekankan perlunya terobosan dalam infrastruktur, dengan memprioritaskan investasi dalam penyelesaian jaringan kereta api perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Ho Chi Minh tidak lagi memandang metro hanya sebagai solusi untuk kemacetan lalu lintas, tetapi sebagai alat untuk membentuk kembali ruang kota dan mendorong pembangunan perkotaan.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa kota-kota berkinerja tinggi seperti Tokyo, Seoul, Singapura, dan Shanghai semuanya berkembang berdasarkan sistem transportasi publik berkapasitas tinggi, dengan metro memainkan peran sebagai "tulang punggung".

Sistem metro tidak hanya mengangkut orang, tetapi juga menentukan bagaimana kota berfungsi, bagaimana populasi terdistribusi, dan bagaimana ekonomi perkotaan berkembang.

Seiring perkembangan jaringan metro, struktur perkotaan juga berubah. Pusat pertumbuhan baru terbentuk di sekitar stasiun; penduduk dan bisnis cenderung berpindah di sepanjang jalur transportasi umum; dan ruang perkotaan menjadi lebih terkonsentrasi dan efisien.

Sebagai hasilnya, biaya sosial transportasi berkurang, konektivitas meningkat, dan peluang pembangunan baru terbuka untuk seluruh kota.

Berinvestasi dalam sistem metro merupakan investasi dalam daya saing Kota Ho Chi Minh.

Dari pendekatan inilah model Pengembangan Berorientasi Transportasi (Transport-Oriented Development/TOD) dianggap sebagai kunci untuk mewujudkan peran metro. TOD bukan sekadar membangun gedung-gedung tinggi di sekitar stasiun metro. Pada intinya, TOD adalah menata ulang seluruh kehidupan perkotaan di sekitar transportasi umum sehingga masyarakat dapat mengakses rumah, tempat kerja, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan layanan publik dalam jarak yang nyaman tanpa terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.

Dengan kata lain, metro pada dasarnya adalah alat untuk membentuk kembali cara kerja sebuah kota.

IMG_5628.jpeg
Resolusi 09 menekankan perlunya terobosan dalam infrastruktur. Foto: HOANG HUNG

Dari perspektif pembangunan jangka panjang, investasi dalam sistem metro pada dasarnya merupakan investasi dalam daya saing kota. Sebuah kota yang ingin menjadi pusat keuangan internasional atau pusat inovasi tidak mampu membiarkan warganya membuang waktu berjam-jam setiap hari untuk bepergian.

Sebuah kota yang ingin menarik talenta berkualitas tinggi tidak dapat terus mempertahankan model pembangunan yang terfragmentasi, kelebihan beban, dan sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Dapat dikatakan bahwa nilai terbesar dari kisah metro terletak bukan pada jumlah kilometer jalur rel atau jumlah stasiun yang dibangun, tetapi pada tekad Kota Ho Chi Minh untuk mengubah model pembangunan perkotaannya, dan bagaimana kota ini mendesain ulang pembangunan masa depannya sendiri untuk beberapa dekade mendatang.

Sumber: https://www.sggp.org.vn/nghi-quyet-09-va-cuoc-tai-thiet-khong-gian-do-thi-tphcm-post854488.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bersama-sama kita mencapai garis finis. Atlet lanjut usia yang berlari sejauh 42 km menerima dukungan yang tepat waktu.

Bersama-sama kita mencapai garis finis. Atlet lanjut usia yang berlari sejauh 42 km menerima dukungan yang tepat waktu.

Kota Dong Nai mengalami transformasi.

Kota Dong Nai mengalami transformasi.

Pagoda Khanh Hung, Hai Phong

Pagoda Khanh Hung, Hai Phong