
Lahir pada tahun 1978, Bapak Bang tumbuh besar dan sangat dekat dengan ladang dan pertanian di kaki Gunung Voi yang masih alami. Dari lebih dari 5 hektar sawah, 7 hektar pohon kayu manis Tra My, dan kawanan ternak, ia membangun ekonomi keluarga yang kokoh, dan selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai petani ulung di daerah tersebut. Ketiga anaknya berperilaku baik dan berbakti; putra sulungnya telah lulus dari universitas dan memiliki pekerjaan yang stabil. Sebagai panutan dalam semua gerakan sejak usia muda, ia mendapat kehormatan untuk bergabung dengan Partai pada usia muda 22 tahun.
Sepanjang dua puluh tahun pengabdiannya, termasuk 15 tahun sebagai kepala desa dan 5 tahun sebagai sekretaris cabang Partai, Bang selalu menjadi sosok yang bertindak nyata.
Ketika Dusun 3 digabungkan, dusun tersebut menjadi wilayah terbesar dan terpadat di komune Tra Giap dengan 256 rumah tangga dan hampir 1.000 penduduk. Wilayah ini dicirikan oleh pegunungan tinggi dan medan yang berbahaya, dengan akses ke dusun-dusun tersebut hampir sepenuhnya terisolasi dari pusat komune. Mengikuti kebijakan pembangunan jalan pemerintah, Bapak Bang secara sukarela menyumbangkan 1 hektar lahan perkebunan kayu manis dan memobilisasi penduduk desa untuk menyumbangkan lebih dari 6 hektar untuk pembangunan jalan; beliau juga mendorong warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk pindah ke daerah pemukiman kembali yang aman.
Berkat usaha tak kenal lelah dan hatinya yang penuh kasih, Bapak Bang mengubah pola pikir masyarakat di desa Boa. Beliau mendorong penduduk desa untuk secara bertahap meninggalkan alkohol dan fokus pada pemulihan lahan sawah seluas 20 hektar. Kini, kehidupan penduduk desa telah membaik, dan pangan di dusun selalu mencukupi, sehingga menghilangkan risiko kekurangan pangan bahkan selama periode banjir yang berkepanjangan. Kepercayaan takhayul negatif, mitos, dan ritual pengorbanan kerbau yang berlebihan dan boros secara bertahap telah diberantas.
Secara khusus, Bapak Bang sangat memahami identitas budaya masyarakat Ca Dong, mulai dari lagu dan tarian rakyat hingga permainan drum dan gong, serta ritual spiritual mereka. Setiap kali desa mengadakan festival atau kegiatan komunitas, beliau memimpin dalam mengumpulkan penduduk desa, menanamkan rasa bangga dan mendorong partisipasi aktif mereka. Akibatnya, desa Boa selalu menjadi desa terdepan di desa Tra Giap dalam hal kegiatan budaya dan seni.

Dengan reputasinya sebagai sosok yang "berbicara dengan cara yang dipahami rakyat dan bertindak dengan cara yang dipercaya rakyat," ia menghubungkan kehendak Partai dengan hati rakyat, menyebarluaskan kebijakan dan pedoman Partai, membantu masyarakat meningkatkan kesadaran, dan dengan tegas memerangi informasi yang berbahaya dan beracun serta praktik keagamaan ilegal.
Para penduduk desa dengan hormat menganggapnya sebagai "sesepuh desa muda." Sesepuh desa Nguyen Van Dong menegaskan: "Melihat anak muda seperti Bang memberi contoh, melindungi hutan dan desa, saya percaya padanya dan mendorong penduduk desa untuk mengikuti jejaknya." Para pemimpin lokal juga sangat menghargai kontribusinya. Bapak Ho Van Dung, Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Tra Giap, mengatakan: "Bapak Bang adalah panutan yang patut dicontoh, energik, sepenuh hati mengabdikan diri kepada rakyat, dan jembatan yang menghubungkan resolusi Partai dan kebijakan Negara ke dalam kehidupan."
Pada Kongres Emulasi Patriotik Komune Tra Giap 2025, Bapak Nguyen Thai Bang dianugerahi Sertifikat Penghargaan oleh Ketua Komite Rakyat kota tersebut. Teladan Bapak Bang tidak hanya membangkitkan harapan di desa Boa tetapi juga menyebarkan pesan sederhana: Ketika setiap anggota Partai memberikan teladan yang baik, desa akan selalu makmur dan lestari di tengah pegunungan hijau.
Sumber: https://baodanang.vn/nguoi-giu-lua-ben-chan-nui-voi-3338484.html









Komentar (0)