Bahkan di masa pensiunnya, Bapak Tam masih tekun bekerja di mejanya dengan kuas kecil, gunting mini, dan ratusan cangkang telur berbagai ukuran. Dari cangkang telur-telur ini, melalui tangan terampil dan pikiran kreatif mantan guru berusia 75 tahun itu, semuanya diubah menjadi karya seni unik yang mencerminkan semangat olahraga dan budaya global.
Kecintaan pada sepak bola
Untuk menyambut Piala Dunia 2026, ajang sepak bola terbesar di planet ini, yang akan diadakan di Amerika Utara mulai 12 Juni (waktu Vietnam), Bapak Nguyen Thanh Tam baru saja menyelesaikan koleksi tiga maskot yang mewakili tiga negara tuan rumah bersama: Maple Deer dari Kanada, Zayay Leopard dari Meksiko, dan Clutch dari Amerika Serikat.
Dengan menggunakan cangkang telur, seniman lanjut usia ini menceritakan kisah yang sangat berbeda tentang Piala Dunia, dengan semangat, kreativitas, dan kecintaan abadi orang Vietnam terhadap sepak bola. Setiap karya dibuat dengan sangat teliti di atas bahan yang halus ini.
Untuk menyelesaikan ketiga karya yang sangat akurat tersebut, ia membuat sketsa model 3D yang dapat menampilkan sudut, kedalaman, dan tekstur. Setelah menyelesaikan kerangka dasarnya, ia menyempurnakan dan mewarnai, menggambar pola, dan menempelkan perekat pada permukaan model untuk menciptakan efek realistis.
"Butuh waktu tiga minggu bagi saya untuk menyelesaikan tiga maskot untuk mempromosikan Piala Dunia 2026. Ini adalah turnamen pertama yang diperluas menjadi 48 tim, dan juga pertama kalinya diselenggarakan bersama oleh tiga negara. Segera, saya akan menyelesaikan 48 bendera nasional di cangkang telur, yang mewakili 48 tim yang berpartisipasi dalam acara sepak bola terbesar di planet ini," ujar Bapak Tam.
Ia telah mengiringi banyak Piala Dunia sebelumnya dengan karya seni yang unik. Pada tahun 2010 di Afrika Selatan, ia menciptakan maskot Zakumi; pada tahun 2014 di Brasil, Fuleco; pada tahun 2018 di Rusia, Zabivaka; dan untuk Piala Dunia 2022 di Qatar, La'eeb. Melalui setiap Piala Dunia, koleksinya berfungsi sebagai buku harian artistik yang mencatat emosi dan kecintaannya pada sepak bola selama bertahun-tahun.

Bapak Nguyen Thanh Tam baru saja menyelesaikan koleksi tiga maskot yang mewakili tiga negara tuan rumah bersama: Rusa Maple dari Kanada, Macan Tutul Zayay dari Meksiko, dan Cengkeraman dari Amerika Serikat.
Pemegang rekor dalam bidang seni pahat.
Sebelum menjadi seorang perajin terkenal, Bapak Nguyen Thanh Tam adalah seorang guru. Suatu hari, beliau mendapat ide untuk membuat figur "Santa Claus" sebagai alat bantu pengajaran yang menarik dan interaktif bagi murid-muridnya. Beliau bereksperimen dengan cangkang telur dan berhasil menciptakan karya pertamanya pada tahun 2002.
Kemudian, ia melanjutkan dengan membuat ulang model 12 hewan zodiak, Dewa Bumi, dan Dewa Kekayaan. Menyadari bahwa cangkang telur dapat digunakan untuk menciptakan banyak karya seni yang kompleks tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, pengrajin Nguyen Thanh Tam secara bertahap mendalami penelitian tentang kerajinan ini.
Pada tahun 2010, Bapak Tam diakui sebagai pemegang rekor Vietnam untuk "Orang yang menciptakan patung terbanyak dari cangkang telur." Hingga saat ini, koleksinya telah melampaui 1.000 buah, mencakup berbagai tema, mulai dari karakter dongeng, pemandangan alam, citra budaya rakyat Vietnam, karakter kartun paling terkenal sepanjang masa, logo merek terkenal dunia , hingga simbol olahraga dan maskot dari Piala Dunia, Euro, Olimpiade, dan SEA Games.
Melestarikan nilai-nilai kehidupan
Di ruang pameran kecil itu, ribuan cangkang telur tersusun rapi seperti dunia seni miniatur. Bagi Bapak Tam, setiap cangkang telur bukan hanya material kreatif tetapi juga membawa pesan tentang menghargai dan melestarikan nilai-nilai kehidupan.
Menurutnya, seni memahat dengan cangkang telur bukan sekadar hobi kerajinan, tetapi juga memiliki makna pendidikan yang besar. Mereka yang mempraktikkannya harus memiliki kesabaran, kemampuan observasi yang tajam, dan kreativitas. "Saya ingin menginspirasi orang untuk melihat bahwa bahkan hal-hal terkecil pun dapat menciptakan nilai yang indah," kata Bapak Tâm.
Dia mengungkapkan bahwa keluarganya awalnya tidak mendukungnya karena usaha yang dia lakukan tidak menghasilkan nilai ekonomi apa pun. "Banyak merek dan investor menghubungi saya untuk berkolaborasi, tetapi sebagian besar tidak menghargai nilai sebenarnya dari karya seni buatan tangan."
"Saya berharap segera mendapat kesempatan untuk memajang dan memamerkan produk saya di destinasi wisata terkenal di Vietnam. Saya siap berbagi pengalaman dan bertukar keterampilan dengan mereka yang memiliki minat yang sama terhadap bentuk seni ini," ungkap pengrajin Nguyen Thanh Tam.
Selain keahliannya dalam membuat patung dari cangkang telur, Bapak Tâm juga mengajar musik dan bahasa asing.
Sumber: https://nld.com.vn/nguoi-ke-chuyen-world-cup-bang-nghe-thuat-vo-trung-196260530211351279.htm







Komentar (0)