| Bapak Nguyen Thanh Van, Ketua Asosiasi Veteran Kelurahan Quyet Thang, selalu berdedikasi pada pekerjaan Asosiasi tersebut. |
Pagi itu, di ruangan kecil Asosiasi Veteran lingkungan Quyet Thang, jam menunjukkan pukul 7 tepat. Bapak Van sudah duduk di mejanya, dengan teliti mengatur kertas-kertas dan meninjau jadwal kerjanya untuk hari yang baru. Ia mempertahankan kebiasaan disiplin ini sejak masa dinas militernya. Bahkan setelah pensiun, ia masih bekerja dengan tekun dan tegas, selalu memperhatikan setiap detail kecil untuk memastikan keberhasilan penyelesaian pekerjaannya.
Rekan-rekannya dan sesama anggota Asosiasi sering memanggilnya dengan penuh kasih sayang sebagai "penjaga api persatuan." Karena dalam setiap pertemuan, perkumpulan, atau kunjungan ke keluarga anggota, ia tidak pernah mendekati dengan semangat seorang "komandan," melainkan dengan semangat mendengarkan dan berbagi. Dalam kata-kata lembut itu terkandung pengalaman seumur hidup – hampir 36 tahun pengabdian kepada militer, mulai dari seorang prajurit biasa hingga pensiun.
Sekembalinya ke kampung halamannya, alih-alih menikmati masa tua yang damai, ia terus memikul tanggung jawab untuk masyarakat. Dahulu sekretaris cabang Partai di dusun tersebut, kini ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Veteran Kelurahan Quyet Thang. Dalam setiap perannya, ia selalu "turun tangan" untuk bekerja bersama masyarakat, menyumbangkan tanah untuk jalan, berkeliling dari jalan ke jalan, mengunjungi setiap rumah untuk mendorong warga menjaga ketertiban dan membangun kehidupan yang berbudaya. Ketika orang menyebut namanya, mereka seringkali langsung teringat musim perekrutan militer.
Ia dan Asosiasi Veteran secara gigih mengunjungi setiap rumah tangga, terutama yang memiliki anak usia wajib militer, untuk berkampanye dan menyebarkan informasi tentang Undang-Undang Wajib Militer . Ia menekankan perilaku teladan kepada anggota asosiasi dan menanamkan rasa bangga pada kaum muda dalam mengenakan seragam militer. Selama bertahun-tahun, Kelurahan Quyết Thắng secara konsisten mencapai target perekrutan militernya, dan kualitas rekrutan terus meningkat, sebagian berkat kontribusi positifnya.
Long Hong Ngoc, seorang pemuda dari kawasan perumahan Nam Thanh yang secara sukarela mendaftar menjadi tentara, berbagi: "Dorongan dan motivasi dari asosiasi veteran, terutama Bapak Van, memberi saya tekad untuk mendaftar dan melanjutkan tradisi leluhur kita."
| Para anggota asosiasi veteran dari lingkungan Quyet Thang di jalan pedesaan yang baru. |
Berbicara tentang kontribusinya, warga setempat masih sering menyebutkan kisah tentang upayanya memobilisasi anggota untuk menyumbangkan tanah untuk pembangunan jalan. Hanya dalam beberapa tahun, Asosiasi Veteran di lingkungan tersebut berhasil membujuk 84 keluarga untuk menyumbangkan lebih dari 2.800 meter persegi tanah, senilai lebih dari 3 miliar VND.
Tanpa memaksakan atau memberi perintah, tetapi semata-mata melalui kredibilitas dan ketulusannya, ia mengubah permohonannya menjadi tindakan sukarela dari masyarakat setempat. Jalan-jalan yang baru dibuka tidak hanya mengubah lanskap perkotaan tetapi juga memperkuat ikatan komunitas.
Pak Van tidak hanya mahir dalam mediasi, tetapi ia juga dikenal sebagai "mediator ulung" di desa. Banyak perselisihan kecil, yang tampaknya tak teratasi, dapat diselesaikan melalui penalaran dan ketulusan ketika ia turun tangan.
Berkali-kali, perdebatan yang keras dan lembut digantikan oleh jabat tangan dan senyuman. Bapak Nguyen Van Son, seorang warga dusun Go Moc, berkata: "Dengan kehadiran Bapak Van, masalah besar menjadi kecil, dan masalah kecil menghilang. Kami mengaguminya karena beliau hidup dengan tulus, tanpa pilih kasih atau kepentingan pribadi."
| Bapak Nguyen Thanh Van (berdiri di tengah) menengahi konflik antara dua keluarga di dusun Go Moc menggunakan akal sehat dan ketulusan. |
Bapak Nguyen Thanh Van dan para veteran dari lingkungan Quyet Thang juga memimpin dalam memobilisasi masyarakat untuk mendukung proyek-proyek penting seperti: pelebaran jalan Bac Son, kawasan perkotaan Nam Thanh, dan Rumah Sakit Pengobatan Tradisional.
Bagi Bapak Van, "menjaga api" persatuan tetap menyala bukanlah tentang tindakan besar, tetapi tentang memulai dari hal-hal terkecil. Mulai dari menyebarkan informasi hukum hingga menengahi perselisihan di lingkungan sekitar, semuanya bertujuan untuk menjaga solidaritas dan menumbuhkan kepercayaan di antara masyarakat.
Setelah mengabdi di militer selama hampir 40 tahun, dan kemudian terjun ke dalam pekerjaan komunitas lokal selama bertahun-tahun, Bapak Vân bagaikan lampu yang menyala tenang. Tidak mencolok, tidak berisik, tetapi gigih dan hangat, membimbing generasi muda, memperluas persahabatan, dan memupuk solidaritas di dalam komunitas.
Sumber: https://baothainguyen.vn/quoc-phong-an-ninh/202509/nguoi-linh-gia-giu-lua-doan-ket-83c2904/






Komentar (0)