![]() |
Model matematika memprediksi Portugal akan mencapai final. |
Joachim Klement, matematikawan Jerman yang terkenal karena berhasil memprediksi pemenang tiga Piala Dunia terakhir, yakin Belanda akan mengangkat trofi dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Klement mulai mengembangkan model prediksinya setelah Piala Dunia 2010, dan sejak itu, hasil yang dipublikasikannya secara konsisten sesuai dengan kenyataan.
Jerman pada tahun 2014, Prancis pada tahun 2018, dan Argentina pada tahun 2022 semuanya memenangkan gelar tersebut persis seperti yang diprediksi oleh model ini.
Rumus Klement tidak hanya didasarkan pada statistik sepak bola. Ia juga memasukkan faktor-faktor seperti PDB per kapita, populasi, tingkat kekayaan, iklim, dan peringkat FIFA.
Menurut ahli matematika Jerman tersebut, data ini sebagian mencerminkan kualitas infrastruktur olahraga dan potensi pengembangan setiap negara sepak bola. Namun, Klement juga mengakui bahwa matematika tidak dapat menjelaskan semuanya.
"Separuhnya berasal dari data, separuh lainnya adalah keberuntungan," ujarnya suatu kali.
Pada Piala Dunia 2026, model Klement memprediksi skenario yang mengejutkan. Menurut model tersebut, Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti akan tersingkir oleh Jepang di babak 16 besar, menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.
![]() |
Belanda secara mengejutkan terpilih dalam Piala Dunia yang menampilkan banyak tim yang dianggap lebih kuat. |
Ahli matematika ini juga menyarankan bahwa empat tim terkuat dalam turnamen tersebut semuanya berasal dari Eropa. Portugal akan menghadapi Inggris di salah satu babak semifinal, sementara Spanyol akan berhadapan dengan Belanda di babak semifinal lainnya.
Jika prediksi itu menjadi kenyataan, Cristiano Ronaldo akan tampil pertama kalinya di final Piala Dunia. Namun, tim pemenangnya adalah Belanda, negara yang telah tiga kali mencapai final tetapi belum pernah mengangkat trofi emas bergengsi tersebut.
Namun, Klement sendiri tidak berani membuat pernyataan mutlak. Ia bercanda mengungkapkan bahwa banyak koleganya bertaruh pada Belanda setelah membaca prediksinya. Dan jika "Orange Tornado" tersingkir lebih awal, ia mungkin harus bekerja dari rumah untuk menghindari kritik.
Sumber: https://znews.vn/nha-toan-hoc-du-doan-ronaldo-thua-chung-ket-world-cup-post1656860.html









Komentar (0)