Mark Zuckerberg tidak hadir dalam pertemuan dengan para pejabat Gedung Putih mengenai topik kecerdasan buatan (AI). Pada tanggal 5 Mei, pemerintahan Biden bertemu dengan para CEO perusahaan teknologi yang berada di garis depan inovasi AI, termasuk OpenAI, Alphabet, Anthropic, dan Microsoft.
Berbicara kepada CNN , seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Meta tidak diundang.
"Pertemuan hari Kamis berfokus pada bisnis-bisnis yang memimpin sektor ini, khususnya dalam aspek produk konsumen," ungkap pejabat tersebut.
Persaingan di bidang AI semakin memanas dalam beberapa bulan terakhir, dimulai dengan peluncuran chatbot ChatGPT oleh OpenAI pada November 2022. Google merespons dengan chatbot Bard AI pada bulan Februari. Meskipun Meta telah mempercepat pengembangan AI-nya, kurangnya produk AI untuk konsumen telah mengurangi kehadiran perusahaan tersebut.
Awal tahun ini, Meta memperkenalkan Large Language Model (LLaMA) kepada para peneliti. Model ini mirip dengan model GPT-4 yang mendasari ChatGPT. Zuckerberg dikabarkan telah berinvestasi berlebihan dalam AI, menyebabkan beberapa analis khawatir tentang tingkat pengeluaran untuk teknologi ini. Perusahaan induk Facebook membeli banyak chip Nvidia untuk melatih model AI generatifnya. Setiap chip dapat berharga hingga $10.000.
Perebutan dominasi dalam AI juga telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan otoritas mengenai potensi risiko teknologi tersebut. Gedung Putih mengatakan Presiden Biden mampir ke pertemuan tersebut untuk mengingatkan para CEO yang hadir tentang "tanggung jawab mendasar mereka untuk memastikan produk aman dan terlindungi sebelum digunakan atau tersedia untuk publik."
(Menurut BI)
Sumber







Komentar (0)