Menurut Bloomberg , Meta mulai mengirimkan pemberitahuan pemutusan hubungan kerja kepada ribuan karyawan pada Rabu pagi (20 Mei). Ini adalah bagian dari rencana restrukturisasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, sambil memfokuskan sumber daya yang signifikan pada kecerdasan buatan (AI).

Singapura, pusat Meta di Asia, adalah yang pertama menerima pemberitahuan tersebut pada pukul 4 pagi. Menurut memo internal, karyawan di Eropa dan AS juga akan menerima kabar buruk tersebut pada dini hari, sesuai dengan zona waktu setempat.
Perusahaan mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah sambil melakukan pemangkasan terhadap sekitar 8.000 posisi di seluruh dunia.
Gelombang PHK kali ini diperkirakan akan berdampak paling besar pada tim teknik dan produk. Sebelumnya, pada tanggal 18 Mei, Meta mengumumkan pemindahan sekitar 7.000 karyawan ke tim yang baru dibentuk yang sepenuhnya berfokus pada inisiatif AI, termasuk pengembangan produk dan agen AI.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Meta, Janelle Gale, menyatakan dalam notulen rapat: "Kita berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar, tim yang lebih kecil mampu bergerak lebih cepat dan memiliki otonomi yang lebih besar. Kami percaya ini akan membuat perusahaan lebih produktif."
CEO Mark Zuckerberg menjadikan AI sebagai prioritas utama, mengerahkan semua sumber daya untuk mengejar ketertinggalan dengan para pesaing seperti Google dan OpenAI.
Hal ini telah menyebabkan perubahan mendasar dalam praktik operasional, seperti mendorong para insinyur untuk menggunakan AI untuk membantu dalam pengkodean; dan merencanakan pemantauan peralatan karyawan untuk meningkatkan teknologi.
Zuckerberg bahkan memprogram asisten AI-nya sendiri untuk menangani beberapa tugas eksekutif CEO, seperti mengumpulkan umpan balik karyawan.
Perubahan-perubahan ini membuat karyawan Meta merasa frustrasi dan cemas. Lebih dari 1.000 orang menandatangani petisi kepada Zuckerberg yang menuntut agar ia berhenti mengumpulkan data dari perangkat pribadi, termasuk detail seperti penekanan tombol, pergerakan mouse, dan konten layar, untuk melatih AI.
Dari sisi pasar, investor juga menyatakan kekhawatiran tentang pengeluaran "agresif" Meta untuk AI. Meskipun perusahaan menjelaskan bahwa PHK tersebut membantu "mengimbangi" biaya investasi, analis di Evercore memperkirakan bahwa pemotongan tersebut hanya akan menghemat sekitar $3 miliar.
Angka $3 miliar hanyalah sebagian kecil dari proyeksi belanja modal Meta tahun ini, yang bisa mencapai $145 miliar. Perusahaan ini juga memperkirakan akan menghabiskan ratusan miliar dolar lagi untuk infrastruktur AI antara sekarang hingga akhir dekade ini.
Hingga akhir Maret, Meta memiliki hampir 80.000 karyawan sebelum menerapkan putaran transfer dan PHK terbaru ini.
(Menurut Bloomberg)

Sumber: https://vietnamnet.vn/nhan-vien-meta-nhan-thong-bao-sa-thai-luc-4h-sang-2517626.html







Komentar (0)