![]() |
Microsoft Word tidak lagi memegang posisi dominan dalam hal perangkat lunak pengolah kata. Foto: HowToGeek . |
Microsoft Word telah mendominasi pasar perangkat lunak perkantoran selama beberapa dekade. Namun, penggunaan sehari-hari telah mengungkap beberapa kelemahan, yang menyebabkan banyak pengguna mencari alternatif.
Bagi pengguna awam, Microsoft Word dikenakan biaya berlangganan Microsoft 365 yang cukup besar, sementara banyak alat gratis yang memenuhi sebagian besar kebutuhan sehari-hari. Google Docs berjalan langsung di browser, menyimpan secara otomatis ke cloud, dan mendukung pengeditan secara real-time.
LibreOffice adalah pilihan sumber terbuka yang sepenuhnya gratis dengan fitur yang hampir setara dengan Word. Bagi pengguna yang mencari fleksibilitas lebih, Obsidian menawarkan sistem pencatatan yang ekstensif melalui plugin komunitas.
Menyisipkan gambar ke dalam Word adalah salah satu tugas yang paling sulit. Secara default, Word mengatur gambar menjadi "Inline," memperlakukannya seperti karakter teks. Hal ini menyebabkan jarak antar baris tidak merata dan paragraf menjadi berantakan saat menambahkan konten.
Selain itu, fitur yang menyematkan gambar ke paragraf dapat menyebabkan gambar bergeser tanpa terkendali selama pengeditan. Ini adalah masalah yang dapat diperbaiki, tetapi membutuhkan pemahaman menyeluruh dari pengguna tentang cara kerja Word.
Templat Word sering kali berisi struktur tabel tersembunyi dan spasi tab untuk mempertahankan tata letak. Hanya dengan menambahkan paragraf yang lebih panjang, menyisipkan tabel, atau menempatkan gambar secara tidak tepat dapat mengubah seluruh tata letak. Ini adalah pengalaman yang sangat membuat frustrasi ketika pengguna memilih templat untuk CV, surat lamaran, atau laporan.
Microsoft secara resmi akan mengakhiri dukungan untuk Office 2016 dan Office 2019 pada Oktober 2025. Ini berarti versi-versi tersebut tidak akan lagi menerima patch keamanan atau pembaruan fitur. Pengguna yang terus menggunakan versi lama akan menghadapi peningkatan risiko keamanan seiring waktu.
Mengupgrade ke versi yang lebih baru adalah sebuah pilihan, tetapi banyak pengguna merasa versi baru tersebut rumit dan lebih sulit digunakan daripada yang biasa mereka gunakan. Dalam konteks ini, perangkat lunak seperti LibreOffice atau OnlyOffice menjadi alternatif yang tepat bagi banyak pengguna individu dan usaha kecil dan menengah.
Sumber: https://znews.vn/ly-do-nguoi-dung-tu-bo-microsoft-word-post1654108.html










Komentar (0)