![]() |
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. |
Dalam pesan tertulis pada hari Selasa (26 Mei) yang menandai musim ibadah haji umat Muslim, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa lanskap Timur Tengah telah berubah dan pengaruh AS di kawasan itu sedang menurun.
"Yang pasti adalah waktu tidak dapat diputar kembali. Negara-negara dan wilayah di kawasan ini tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan-pangkalan Amerika. Washington tidak hanya tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman dan tempat untuk mendirikan pangkalan militer di kawasan ini, tetapi juga semakin menjauh dari posisi sebelumnya," tegas Khamenei.
Pemimpin Iran itu juga menyatakan bahwa negara-negara Muslim di kawasan tersebut memiliki "banyak kemampuan dan kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru," dan menyerukan kepada negara-negara untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi tantangan bersama.
Khamenei belum muncul di depan publik sejak menjabat pada bulan Maret, setelah pendahulunya, ayahnya Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel. Ketidakhadirannya baru-baru ini telah memicu spekulasi tentang kesehatannya dan keberadaannya.
Sampai saat ini, pernyataan yang dikaitkan dengan pemimpin tertinggi yang baru sebagian besar disiarkan di televisi pemerintah Iran dalam bentuk seorang presenter yang membacanya dengan lantang, alih-alih tampil secara langsung.
Pada tanggal 7 Mei, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa ia telah mengadakan pertemuan selama sekitar dua setengah jam dengan Pemimpin Tertinggi.
Tiga hari kemudian, media pemerintah Iran melaporkan bahwa kepala Komando Pusat Angkatan Darat Iran, Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, juga telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Khamenei untuk menerima "instruksi dan arahan baru" mengenai operasi melawan musuh-musuh Iran.
Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak milik AS.
Dalam perkembangan terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak MQ-9 buatan AS di wilayah Teluk Persia, dan juga menembaki sebuah pesawat tak berawak RQ-4 dan sebuah jet tempur F-35 yang diduga melanggar wilayah udara Iran.
IRGC menyatakan bahwa unit pertahanan udaranya mendeteksi pesawat militer AS yang melanggar wilayah udara Iran sebelum melepaskan tembakan. Namun, Iran tidak menyebutkan waktu pasti kejadian tersebut.
Sumber: https://znews.vn/lanh-tu-toi-cao-iran-ra-thong-diep-moi-de-doa-my-post1654428.html









Komentar (0)