Pemerintah Jepang telah mengumumkan akan memulai penyelidikan mengenai apakah bea anti-dumping harus dikenakan pada jenis baja tertentu, dengan alasan bahwa harga baja yang diimpor dari China dan Korea Selatan terlalu rendah.
Pada tanggal 1 Juni, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri serta Kementerian Keuangan Jepang mengumumkan bahwa mereka akan mulai menyelidiki "lembaran baja canai panas" dan "lembaran baja canai dingin"—jenis baja yang umum digunakan di berbagai bidang seperti otomotif, bahan bangunan, dan peralatan rumah tangga.
Pada bulan Februari lalu, perusahaan-perusahaan baja besar Jepang seperti Nippon Steel dan JFE Steel mengajukan pengaduan kepada pemerintah, dengan tuduhan bahwa produk mereka diimpor dengan harga yang sangat rendah dari negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan (Tiongkok).
Langkah-langkah investigasi mencakup mewajibkan perusahaan pengekspor untuk mengkonfirmasi perbedaan antara harga domestik dan ekspor, serta menilai perubahan output produksi baja jenis serupa oleh perusahaan Jepang. Pemerintah Jepang diharapkan akan mengambil keputusan apakah akan mengenakan tarif atau tidak dalam waktu satu tahun.
Perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan (Tiongkok) belum mengeluarkan tanggapan resmi. Namun, dalam kasus-kasus sebelumnya, perusahaan-perusahaan dari negara-negara tersebut telah mengeluarkan peringatan perdagangan dan mencari tindakan balasan dalam asosiasi bisnis masing-masing.
Termasuk yang satu ini, pemerintah Jepang sedang melakukan empat investigasi, di tengah kenaikan tajam harga bahan baku di Jepang akibat melemahnya yen.
Sumber: https://vtv.vn/nhat-ban-dieu-tra-chong-ban-pha-gia-voi-thep-100260602160820888.htm







Komentar (0)