![]() |
Raymond Domenech sebelumnya pernah melatih tim nasional Prancis. |
Netflix baru saja merilis film dokumenter "Le bus, les Bleus en grève," yang merekonstruksi skandal Knysna yang menjerumuskan sepak bola Prancis ke dalam krisis terbesar dalam sejarahnya di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Film ini berpusat pada aksi mogok latihan tim nasional Prancis yang terkenal pada 20 Juni 2010, sebagai protes terhadap keputusan untuk mencoret Nicolas Anelka dari skuad setelah perdebatan sengit dengan pelatih Domenech setelah kekalahan 0-2 dari Meksiko.
Dalam film tersebut, Domenech secara terbuka mengungkapkan untuk pertama kalinya catatan harian pribadinya, yang ia tulis selama Piala Dunia. Catatan-catatan ini dengan cepat menimbulkan sensasi di Prancis.
Mantan pelatih tim nasional Prancis itu menyebut Thierry Henry "arogan," menggambarkan Yoann Gourcuff sebagai "idiot," dan secara blak-blakan menyebut Anelka "bodoh."
Domenech juga tak bisa menyembunyikan ketidakberdayaannya menghadapi suasana kacau di ruang ganti Prancis saat itu. Setelah aksi mogok pemain, ia menulis dalam buku hariannya: "Itu adalah aksi kolektif terbaik yang kalian lakukan di Piala Dunia ini. Sebuah bunuh diri yang sempurna."
Film ini juga menampilkan Patrice Evra, yang saat itu merupakan kapten tim nasional Prancis. Evra menceritakan bagaimana banyak pemain mendatanginya untuk berbicara dengan Domenech karena mereka merasa tim kehilangan arah.
Menurut mantan bek Manchester United itu, Domenech pernah marah besar dan mengancam akan "mengirim Gourcuff ke guillotine" ketika menerima masukan tentang masalah taktik.
Evra mengakui bahwa banyak pemain Prancis pada saat itu percaya tim tersebut "sedang menuju bencana."
Perlu dicatat, baik Domenech maupun Evra menegaskan bahwa mereka tidak secara langsung mendengar Anelka menghina pelatih kepala, bertentangan dengan laporan media yang muncul pada tahun 2010.
Sementara itu, Anelka terus membantah tuduhan menghina Domenech. Mantan striker Prancis itu bersikeras bahwa ia memang berdebat dengan pelatih kepala, tetapi tidak pernah menyebutnya sebagai "bajingan".
Sumber: https://znews.vn/nhat-ky-gay-soc-cua-domenech-bi-phoi-bay-post1651413.html









Komentar (0)