Informasi peringatan ini disampaikan kepada pers oleh Kepolisian Kota Ho Chi Minh pada konferensi pers mengenai isu-isu sosial-ekonomi pada sore hari tanggal 21 Mei.
Menurut pihak berwenang, sebagai pusat ekonomi, perdagangan, dan layanan terbesar di negara ini, Kota Ho Chi Minh telah lama menjadi target utama kejahatan teknologi tinggi. Baru-baru ini, kelompok kejahatan daring terus mengubah metode operasinya. Mereka secara menyeluruh memanfaatkan kemajuan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi deepfake, distribusi malware, atau menggunakan platform pembayaran daring untuk mendekati, mengepung, dan memanipulasi pengguna internet.
Polisi telah mengidentifikasi empat bentuk penipuan paling umum yang saat ini marak terjadi: penyamaran sebagai pejabat pemerintah, penipuan asmara, penipuan investasi keuangan, dan penyebaran malware untuk mendapatkan kendali atas rekening bank. Penipuan ini direncanakan dengan cermat, dengan peran-peran canggih yang ditetapkan mulai dari pendekatan awal dan persuasi hingga tahap pencucian uang dan pembuangan aset yang cepat.

Kepolisian Kota Ho Chi Minh memperingatkan tentang penipuan online.
Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar jaringan ini beroperasi secara transnasional, dengan kolaborasi erat antara individu domestik dan asing. "Pusat" penipuan tersebut seringkali berlokasi di Kamboja, Myanmar, Dubai, dan lain-lain, serta memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan, menurut Kepolisian Kota Ho Chi Minh.
Selain itu, beberapa individu, setelah beroperasi di luar negeri, telah kembali ke negara tersebut, secara diam-diam menyewa seluruh rumah atau beroperasi dengan kedok perusahaan teknologi untuk mengatur penipuan menggunakan model "rantai perakitan" industri.
Menurut Kepolisian Kota Ho Chi Minh, korban penipuan daring kini bisa siapa saja, tidak lagi terbatas pada mereka yang kurang informasi atau lansia. Banyak kasus melibatkan individu berpendidikan tinggi, mereka yang bekerja di sektor teknologi, atau mereka yang memiliki kondisi keuangan stabil, yang tetap menjadi korban penipuan karena kelengahan sesaat atau dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.
Para penjahat sangat mahir memanfaatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keamanan informasi, menggunakan taktik psikologis yang memangsa keserakahan dengan janji keuntungan yang sangat tinggi dan kemampuan untuk menghasilkan uang dengan cepat.
Polisi juga mencatat bahwa banyak orang telah menderita konsekuensi negatif akibat berpartisipasi dalam aktivitas tidak sehat di internet seperti perjudian online, mengakses konten sensitif, meminjam uang melalui aplikasi pinjaman ilegal, atau bergabung dengan kelompok negatif. Setelah memperoleh informasi pribadi korban atau gambar pribadi yang sensitif, para pelaku akan terus menerus melakukan ancaman dan pemerasan.
Kepolisian Kota Ho Chi Minh juga memperingatkan tentang situasi kebocoran dan perdagangan data pribadi yang mengkhawatirkan. Meskipun banyak organisasi dan bisnis di wilayah tersebut masih belum serius menerapkan langkah-langkah untuk melindungi data pengguna, banyak orang memiliki kebiasaan terlalu terbuka dan sembarangan membagikan informasi sensitif di media sosial seperti nomor telepon, nomor identitas warga, nomor rekening bank, atau gambar pribadi.
Saat ini, para penjahat telah menjadi sangat canggih sehingga mereka membuat formulir palsu yang menyamar sebagai bank atau lembaga pemerintah, atau menggunakan perangkat lunak khusus untuk memindai dan mengeksploitasi data secara online. Selain itu, ada kasus di mana karyawan perusahaan sengaja mencuri informasi pelanggan untuk memperdagangkannya secara ilegal.

Penipuan online belakangan ini semakin kompleks. (Gambar ilustrasi: tapchitaichinh.vn)
Untuk melindungi diri dari penipuan, Departemen Kepolisian Kota Ho Chi Minh menyarankan warga untuk sama sekali tidak memberikan kode OTP, informasi rekening bank, atau kata sandi kepada siapa pun dalam keadaan apa pun. Mereka juga sama sekali tidak boleh mengklik tautan yang mencurigakan atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal yang diiklankan secara online. Warga hanya boleh mengunduh aplikasi melalui toko aplikasi resmi seperti App Store atau Google Play, dan harus memeriksa alamat situs web bank dengan cermat sebelum masuk.
Dalam situasi di mana Anda mencurigai informasi pribadi Anda telah disalahgunakan atau Anda secara tidak sengaja mengklik tautan palsu, Anda harus segera mengunci rekening bank Anda, menonaktifkan fitur pembayaran online, dan menghubungi layanan pelanggan bank Anda untuk mendapatkan bantuan segera.
Bagi pelaku usaha, Departemen Kepolisian Kota Ho Chi Minh merekomendasikan untuk secara proaktif memperkuat keamanan sistem informasi mereka dan mematuhi secara ketat peraturan Undang-Undang Keamanan Siber serta Peraturan tentang Perlindungan Data Pribadi.
Dalam periode mendatang, pihak berwenang menegaskan bahwa mereka akan terus mengintensifkan penyelidikan dan menangani secara tegas perdagangan ilegal data pribadi, sambil terus memperbarui informasi tentang metode dan taktik kriminal baru untuk meningkatkan kesadaran publik.
Sumber: https://danviet.vn/nhieu-nguoi-sanh-soi-cong-nghe-nguoi-thanh-dat-van-dinh-bay-lua-tren-mang-d1428540.html







Komentar (0)