
Menurut Kementerian Luar Negeri India, implementasi visi untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka tetap menjadi fokus utama agenda pertemuan tersebut. Para menteri meninjau kemajuan kerja sama dan membahas isu-isu regional dan internasional, serta mempromosikan kolaborasi di bidang-bidang utama seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, mineral strategis, energi bersih, keamanan siber, infrastruktur digital, penanggulangan bencana, dan keamanan maritim.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah upaya AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang layak guna mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Memulihkan jalur pelayaran vital ini dan mengurangi dampaknya terhadap pasar energi global dan perekonomian menjadi topik utama diskusi.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyoroti tantangan-tantangan di kawasan itu, seperti ketahanan rantai pasokan, hambatan konektivitas, konsentrasi sumber daya manufaktur, dan kesenjangan dalam infrastruktur penting, sambil menekankan perlunya peningkatan koordinasi antar negara anggota untuk mempromosikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang terus mendorong pertumbuhan global.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan kepada negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi tantangan, terutama dengan mengambil tindakan konkret terkait isu-isu keamanan maritim dan mineral yang penting.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menekankan bahwa negara-negara Indo-Pasifik perlu memperkuat ketahanan dan kemampuan yang diperlukan untuk menentukan masa depan mereka sendiri, termasuk keamanan ekonomi.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan itu perlu dijamin kebebasan untuk memilih keamanan dan pembangunan mereka sendiri.
Sumber: https://nhandan.vn/nhom-bo-tu-tang-cuong-gan-ket-post964920.html







Komentar (0)