
Layang-layang masa kanak-kanak - melestarikan keindahan permainan rakyat tradisional.
Di tengah pedesaan Dien Dien yang damai, layang-layang warna-warni sekali lagi melayang di langit, membawa serta kenangan masa kecil dari generasi yang tak terhitung jumlahnya. Di ladang setelah panen, di mana aroma jerami dan tanah masih tercium, tawa dan obrolan riang bercampur dengan siulan lembut layang-layang, menciptakan pemandangan pedesaan yang tenang, akrab, dan kaya akan emosi.

Di tengah pedesaan Dien Dien yang damai, layang-layang warna-warni melayang di langit.
Festival Layang-Layang 2026, yang diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda dan Dinas Kebudayaan dan Urusan Sosial Komune Dien Dien bekerja sama dengan Halaman Penggemar Komunitas Dien Khanh, bukan hanya sekadar kegiatan rekreasi luar ruangan biasa. Ini juga merupakan kesempatan untuk "membangkitkan" nilai-nilai budaya rakyat di tengah laju kehidupan modern yang semakin sibuk.
Di tengah hamparan ladang yang luas, anak-anak dengan penuh semangat berlarian diterpa angin untuk menerbangkan layang-layang mereka tinggi-tinggi ke udara. Beberapa dengan hati-hati memegang layang-layang warna-warni yang mereka beli di toko, sementara yang lain dengan bangga membawa layang-layang buatan sendiri yang terbuat dari bambu, kertas, atau nilon—sederhana namun penuh kreativitas dan kegembiraan layaknya anak kecil. Setiap layang-layang yang melayang ke langit bukan hanya permainan, tetapi juga mimpi, cerminan dari kepolosan murni masa kanak-kanak pedesaan Vietnam.

Di ladang setelah panen, banyak anak-anak dengan penuh semangat berlari ke arah angin untuk menerbangkan layang-layang mereka tinggi-tinggi ke udara.
Yang membuat festival ini istimewa adalah bukan hanya anak-anak yang berpartisipasi dengan antusias, tetapi banyak orang tua juga ikut bersenang-senang. Di tengah pedesaan yang sejuk, banyak orang dewasa tiba-tiba teringat kembali ke masa kecil mereka, ketika kebahagiaan sederhana hanyalah layang-layang kertas dan jalan-jalan sore di sepanjang tanggul. Kenangan yang tampaknya telah lama terpendam tiba-tiba hidup kembali dengan setiap tarikan tali, setiap pandangan mengikuti layang-layang yang melayang di angin.

Banyak orang tua juga ikut bersenang-senang.
Selain menerbangkan layang-layang, festival ini juga menghidupkan kembali kehidupan rakyat yang familiar dengan permainan seperti menangkap bebek dengan mata tertutup, berjalan di jembatan monyet, dan banyak kegiatan tradisional lainnya. Sorak-sorai dan tawa bergema di seluruh lapangan, menciptakan suasana yang meriah namun tetap kental dengan nuansa pedesaan.

Festival ini juga merekonstruksi ruang hidup tradisional yang familiar dengan permainan seperti menangkap bebek dengan mata tertutup, berjalan di jembatan monyet, dan banyak kegiatan tradisional lainnya.
Dalam konteks di mana banyak permainan tradisional secara bertahap dilupakan karena perkembangan teknologi dan bentuk hiburan modern, festival seperti ini menjadi semakin bermakna. Melestarikan tradisi menerbangkan layang-layang tidak hanya memberi anak-anak lebih banyak kesempatan untuk mengalami masa kecil mereka secara otentik, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai budaya rakyat yang telah terkait dengan desa-desa Vietnam selama beberapa generasi.
Sumber: https://vtv.vn/nhung-canh-dieu-tuoi-tho-giu-gin-net-dep-cua-tro-choi-dan-gian-100260518222540219.htm







Komentar (0)