Mereka didukung dalam mendirikan dan memulai usaha sesuai dengan hukum.
Regulasi yang lebih ketat terhadap pengumuman lowongan pekerjaan.
Undang-Undang Ketenagakerjaan 2025 menekankan kewajiban pekerja saat menerima tunjangan pengangguran: setiap bulan, pekerja harus melaporkan kegiatan pencarian kerja mereka kepada lembaga layanan ketenagakerjaan publik tempat mereka menerima tunjangan pengangguran.
Sesuai dengan Pasal 41: Jika seorang karyawan gagal melaporkan pencarian kerja bulanan, tunjangan penganggurannya akan ditangguhkan sementara. Jika, setelah penangguhan, karyawan tersebut kembali melapor sebagaimana diwajibkan, mereka akan menerima sisa tunjangan. Namun, jika karyawan tersebut gagal melapor selama tiga bulan berturut-turut, tunjangan penganggurannya akan dihentikan. Masa penangguhan tunjangan pengangguran tidak akan diakumulasikan.
Kebijakan asuransi pengangguran disesuaikan secara fleksibel.
Undang-undang tersebut memperluas cakupan jaminan pengangguran, memungkinkan banyak kelompok pekerja yang sebelumnya tidak terpengaruh untuk berpartisipasi, termasuk pekerja paruh waktu yang upahnya memenuhi persyaratan iuran jaminan sosial.
Para pekerja yang memegang posisi manajerial di perusahaan dan koperasi, seperti anggota dewan, manajer umum, dan direktur, yang menerima gaji, juga termasuk dalam skema asuransi pengangguran. Pengusaha dari semua sektor ekonomi, mulai dari lembaga negara, unit layanan publik, dan organisasi sosial-politik hingga rumah tangga bisnis dan individu yang mempekerjakan pekerja, semuanya bertanggung jawab untuk berpartisipasi.
Mengenai besaran iuran, Undang-Undang menetapkan fleksibilitas, yang dikaitkan dengan realitas pembangunan sosial-ekonomi. Dalam kasus krisis ekonomi, resesi, atau bencana alam dan epidemi, Pemerintah dapat memutuskan untuk mengurangi besaran iuran dan sekaligus menerapkan langkah-langkah dukungan langsung dari Dana Asuransi Pengangguran. Ini adalah mekanisme penting untuk berbagi risiko, mengurangi beban keuangan, dan membantu pekerja dan bisnis mengatasi kesulitan. Dana Asuransi Pengangguran dikelola secara terpusat, terbuka, dan transparan, sehingga menjamin keamanan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Skema asuransi pengangguran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan meliputi: konseling dan penempatan kerja; dukungan bagi pekerja untuk mengikuti pelatihan dan meningkatkan keterampilan kejuruan mereka; tunjangan pengangguran; dan dukungan bagi pengusaha untuk melatih, melatih ulang, dan meningkatkan keterampilan kejuruan karyawan mereka agar dapat mempertahankan pekerjaan.
Undang-Undang Ketenagakerjaan juga melengkapi dan memperjelas pemberian dukungan kepada pengusaha untuk mempertahankan pekerjaan bagi pekerja dalam situasi sulit seperti bencana alam, kebakaran, perang, atau epidemi berbahaya, atau sesuai dengan keputusan lembaga negara yang berwenang mengenai relokasi atau pengurangan lokasi produksi dan bisnis.
Pekerja di bidang pekerjaan berbahaya diwajibkan memiliki sertifikat keterampilan kejuruan nasional.
Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan 2025 dengan jelas menyatakan: Pekerja yang berprofesi atau melakukan pekerjaan yang secara langsung memengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja atau masyarakat wajib memiliki sertifikat keterampilan kejuruan nasional. Pemerintah akan menerbitkan daftar profesi dan pekerjaan yang memerlukan sertifikat keterampilan kejuruan nasional.
Oleh karena itu, pengakuan wajib atas keterampilan kejuruan untuk pekerjaan dengan unsur berbahaya atau berisiko akan diatur secara khusus oleh Pemerintah melalui sebuah daftar. Undang-Undang Ketenagakerjaan 2013 menetapkan sertifikat keterampilan kejuruan nasional, tetapi tidak mewajibkan pekerja untuk memiliki sertifikat untuk kelompok pekerjaan tertentu. Penilaian dan penerbitan sertifikat didorong, bukan diwajibkan seperti dalam peraturan baru.
Undang-Undang Ketenagakerjaan saat ini adalah dokumen hukum modern yang menempatkan pekerja sebagai pusatnya. Setiap peraturan, mulai dari dukungan pinjaman hingga asuransi pengangguran, menunjukkan upaya Negara untuk menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan bagi karyawan. Memahami peraturan-peraturan ini adalah cara terbaik bagi pekerja untuk melindungi diri mereka sendiri dan secara proaktif meraih peluang di masa depan.
SARANG BURUNG WALET
Sumber: https://baocantho.com.vn/nhung-diem-moi-tu-luat-viec-lam-nam-2025-a203739.html












Komentar (0)