Kisah ini, tentang seorang anak laki-laki bernama Phong, yang membuat daftar 20 hal yang harus dilakukan ketika angin bertiup, dan perjalanannya untuk mewujudkannya sangat mengharukan dan penuh keberanian. Dimulai dengan kepindahannya bersama ibunya (seorang perawat) ke pusat kesejahteraan sosial tempat ibunya merawat anak-anak yang terkena dampak Agent Orange, Phong harus secara bertahap beradaptasi dengan tugas-tugas ini. Tindakan-tindakan ini terjalin dengan interpretasi halus dari mata dan hatinya yang polos namun kompleks seperti anak kecil. Dari peristiwa besar seperti pindah rumah hingga hal-hal kecil seperti menikmati manisnya permen, menyapa, menanam benih, atau tindakan yang tampaknya sureal seperti menjadi pahlawan, menangis, tertawa, dan mengucapkan selamat tinggal... melalui narasi Giai Du (25 tahun), yang menggunakan perspektif seorang anak yang tampak riang dengan banyak pikiran, asosiasi, dan refleksi, semuanya menjadi sangat menarik dan memikat.
Hal-hal penting yang dapat dilakukan saat angin bertiup kencang ?
Tanpa detail fantastis atau sihir, karya ini hanyalah sebuah catatan harian yang mencatat perubahan mendadak dalam hidup yang tak dapat dihindari oleh seorang anak laki-laki. Namun Giai Du telah menambahkan sentuhan lembut ke dalam karya ini, menenangkan jiwa sensitif seorang anak yang rentan terhadap perubahan. Penulis menggunakan gaya naratif yang murni dan mudah dipahami, meminimalkan kerumitan bahasa. Giai Du menjelaskan peristiwa yang tampaknya mengerikan dengan cara yang sederhana, namun mengejutkan pembaca dengan wawasan filosofisnya yang mendalam, seperti menjelaskan kepada teman-temannya bahwa korban Agent Orange bukanlah "monster": "Baik jelek maupun cantik, hanya mereka yang menyakiti orang lain dan menolak untuk bertobat yang dianggap monster." Oleh karena itu, bagaimana mungkin anak-anak, korban Agent Orange di pusat kesejahteraan sosial, dengan tubuh mereka yang cacat dan kesulitan bernapas serta hidup normal, bisa menjadi "monster"? Sebaliknya, seperti yang dirasakan Phong, teman-temannya itu semua adalah "pahlawan": masing-masing memiliki hati, detak jantung seperti sebuah musik dengan banyak melodi yang berbeda, dan mereka semua adalah pahlawan.

Novel anak-anak: Apa yang harus dilakukan saat angin bertiup kencang? karya penulis Giai Du
Foto: Viet Ha
Struktur bab yang unik dalam karya ini juga yang membuatnya menarik bagi pembaca. Cobalah membacanya terbalik dari bab terakhir ke awal, dan hasilnya akan mengejutkan. Giai Du mengungkapkan bahwa ini adalah buku anak-anaknya yang paling istimewa: buku ini hanya berisi sedikit materi cerita rakyat (yang merupakan keunggulannya dalam karya-karya sebelumnya seperti "Setiap Malam Gagak Berbicara dengan Layang-layang," "Bintang Bercahaya," dan "Sue Heaven") , tetapi kata-katanya memiliki bobot estetika yang signifikan, gaya penulisan yang matang, semangat humanistik yang mendalam, dan yang terpenting, pandangan dunia yang dipenuhi dengan cinta masa kanak-kanak. Dengan cerdik terjalin dalam karya ini adalah semangat protes terhadap kejahatan perang: anak-anak yang tidak bersalah dipaksa untuk menjalani kehidupan yang genting karena Agent Orange yang mengerikan yang telah menimpa hidup mereka. Karena racun itu, Phong harus mengucapkan selamat tinggal yang memilukan kepada seorang teman. Inilah poin penting yang memungkinkan karya ini melampaui lebih dari 600 karya lainnya dan memenangkan hadiah pertama dengan meyakinkan.
Angin Kebahagiaan
Angin adalah elemen istimewa yang meresap ke seluruh novel ini. Bisa disebut angin kebahagiaan yang dengan cermat disisipkan Giai Du ke dalam karyanya. Dimulai dengan seorang ibu yang sangat mencintai angin, angin datang dan menemani dia dan putrinya sepanjang perjalanan mereka yang penuh gejolak. Dalam daftar 20 hal yang harus dilakukan (mungkin seumur hidup), angin tidak pernah absen.
Angin membawa banyak hal kepada seorang anak laki-laki. Angin itu abadi. Angin ada di mana-mana. "Ibuku berkata angin adalah pertanda baik, tanda kebahagiaan. Karena itu, kebahagiaan juga ada di mana-mana..." Angin siap bertindak atas namamu, mengirimkan pelukan kepada orang-orang terkasihmu. Angin juga siap menghiburmu saat kamu sedih. "Kesedihan itu seperti bukit yang dikelilingi ruang terbuka. Kamu mendaki bukit, menangis tanpa diketahui siapa pun, dan angin di bukit akan menenangkan jiwamu."
Oleh karena itu, di hari-hari berangin, pahamilah ini: "Meskipun anak-anak mengenal kesedihan, ketakutan, dan akan menangis, air mata anak-anak cepat kering." Alih-alih menghindari kesedihan dan kehilangan yang mendalam, Giai Du dengan tenang membuka cakrawala kehidupan yang luas di hadapan anak-anak. Di sana, ia menguraikan 20 hal yang harus dilakukan seorang anak untuk belajar bagaimana tumbuh dewasa, bagaimana berbagi kasih sayang, bagaimana menyingkirkan beban berat dari hati mereka, untuk merangkul angin dan tersenyum bahagia.

Sumber: https://thanhnien.vn/nhung-ngon-gio-hanh-phuc-185260424224046934.htm







Komentar (0)